Karya Tulis Ilmiah
PROSEDUR PEMBUATAN GIGI TIRUAN BRIDGE PORCELAIN FUSED TO METAL PADA KASUS GIGI 44, 45, 46, 47
Latar Belakang: Kehilangan gigi posterior rahang bawah dapat menyebabkan gangguan fungsi pengunyahan, perubahan oklusi, dan menurunnya kenyamanan pasien. Salah satu pilihan perawatan untuk menggantikan gigi yang hilang adalah gigi tiruan cekat jembatan Porcelain Fused to Metal (PFM) yang mengkombinasikan kekuatan logam dengan estetika porselen. Tujuan untuk mendeskripsikan prosedur pembuatan gigi tiruan bridge Porcelain Fused to Metal pada kasus kehilangan gigi 45 dan 46 dengan gigi 44 dan 47 sebagai abutment. Metode menggunakan studi kasus pada pasien perempuan berusia 51 tahun bekerja sama dengan dokter gigi. Prosedur laboratorium meliputi persiapan model kerja, pembuatan die, pemasangan artikulator, aplikasi die spacer, pembuatan pola malam, pemasangan sprue, investing, burn out, casting, devesting, sandblasting, finishing coping metal, aplikasi porselen, grinding, staining, glazing, dan evaluasi hasil akhir restorasi. Desain restorasi yang digunakan adalah fixed bridge dengan pontic ridge lap. Hasil coping logam memiliki adaptasi yang baik pada gigi penyangga, lapisan porselen melekat dengan baik pada kerangka logam, bentuk anatomi restorasi sesuai dengan desain yang direncanakan, serta menghasilkan hubungan oklusal yang harmonis. Restorasi yang dihasilkan juga menunjukkan stabilitas, retensi, dan estetika yang baik sehingga layak untuk digunakan sebagai pengganti gigi yang hilang. Kesimpulan prosedur pembuatan bridge Porcelain Fused to Metal yang dilakukan sesuai tahapan laboratorium dapat menghasilkan restorasi yang memenuhi aspek fungsi, estetika, dan kualitas klinis, dengan ketelitian teknisi gigi sebagai faktor penting dalam keberhasilan restorasi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain