Skripsi
Prototipe Hypothermic Baby Blanket Warmer Dengan Battery Management System
Hipotermia pada bayi berat lahir rendah (BBLR) dan bayi prematur merupakan kondisi yang \r\nmemerlukan penanganan segera karena bayi memiliki kemampuan termoregulasi yang belum \r\noptimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama pada proses rujukan dari fasilitas kesehatan \r\nmenuju rumah sakit, karena perjalanan dapat berlangsung tanpa ketersediaan sumber listrik. \r\nPenelitian ini bertujuan merancang dan membuat Prototipe Hypothermic Baby Blanket Warmer \r\nPortable dengan Battery Management System yang mampu membantu mempertahankan suhu \r\nselimut pada suhu yang telah ditentukan serta dapat digunakan secara mandiri menggunakan baterai. \r\nSistem menggunakan Arduino Uno R3 sebagai pengendali, sensor suhu DHT11 untuk membaca \r\nsuhu, heater PTC sebagai sumber panas, kipas untuk mengalirkan udara panas, serta baterai lithium \r\n12 V 12000 mAh yang dilengkapi Battery Management System sebagai sumber daya. Alat memiliki \r\ntiga pilihan pengaturan suhu, yaitu 36°C, 38°C, dan 40°C, dilengkapi tampilan LCD untuk \r\nmemantau suhu dan alarm sebagai tanda kondisi suhu berlebih. Pengujian dilakukan terhadap \r\nkeseragaman suhu pada setiap pengaturan, fungsi alarm, kinerja baterai, dan waktu pemanasan awal. \r\nHasil pengujian menunjukkan tingkat ketepatan pembacaan suhu sebesar 96,67% pada pengaturan \r\n36°C, 94,33% pada pengaturan 38°C, dan 90,71% pada pengaturan 40°C. Pengujian alarm \r\nmenunjukkan bahwa alarm bekerja sesuai dengan program, dengan pemutusan pemanas dan aktivasi \r\nalarm saat suhu mencapai kondisi berlebih. Pengujian baterai menunjukkan alat dapat beroperasi \r\nsekitar tiga jam sehingga dapat digunakan sebagai sumber daya selama proses rujukan dalam kondisi \r\ndarurat. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa kemampuan pengaturan suhu dipengaruhi oleh \r\nkondisi lingkungan dan distribusi udara panas pada selimut masih perlu ditingkatkan. Dengan \r\nadanya sumber daya baterai dan sistem pengamanan, alat memiliki potensi mendukung penanganan \r\nhipotermia pada bayi ketika akses listrik terbatas selama perjalanan rujukan neonatus. Berdasarkan \r\nhasil tersebut, prototipe dapat digunakan sebagai alat penghangat bayi portabel untuk membantu \r\nmenjaga kestabilan suhu selama proses rujukan, namun masih diperlukan pengembangan pada \r\nsistem aliran udara dan posisi kipas agar kinerja pemanasan lebih merata.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain