Karya Tulis Ilmiah
PROSEDUR PEMBUATAN GIGI TIRUAN CEKAT JEMBATAN PORCELAIN FUSED TO METAL PADA GIGI 11, 21, 22, DAN 23 DENGAN GINGIVAL PORCELAIN MARGIN PADA GIGI 21 DAN 22
Kehilangan gigi anterior dapat menyebabkan gangguan fungsi bicara, pengunyahan, estetika, serta menurunkan rasa percaya diri pasien. Salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk menggantikan gigi yang hilang adalah gigi tiruan cekat jembatan Porcelain Fused to Metal (PFM), yang mengombinasikan kekuatan logam dan estetika porcelain sehingga mampu mengembalikan fungsi dan penampilan gigi. Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini untuk mengetahui prosedur pembuatan gigi tiruan cekat jembatan PFM pada gigi 11, 21, 22, dan 23 serta mengevaluasi hasil restorasi yang diperoleh. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien laki-laki dengan kehilangan gigi 21 dan 22, menggunakan \r\ngigi 11 dan 23 sebagai gigi penyangga (abutment). Prosedur pembuatan meliputi persiapan model kerja, pembuatan die, pemasangan pada artikulator, pembuatan coping logam, aplikasi porcelain, serta tahap akhir berupa staining dan glazing. Desain pontic modified ridge lap dipilih untuk memperoleh hasil estetika yang baik serta memudahkan pemeliharaan kebersihan rongga mulut. Hasil insersi \r\nmenunjukkan bahwa gigi tiruan cekat jembatan PFM memiliki adaptasi yang baik pada gigi penyangga, warna yang sesuai dengan gigi sekitar, serta bentuk anatomi yang harmonis sehingga mampu memenuhi kebutuhan fungsi dan estetika pasien. Kesimpulan bahwa pembuatan gigi tiruan cekat jembatan PFM pada gigi 11, 21, 22, dan 23 memerlukan ketelitian pada setiap tahapan kerja untuk menghasilkan restorasi dengan adaptasi yang baik, fungsi yang optimal, dan estetika yang memuaskan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain