Skripsi
Rancang bangun Alat Monitoring Infus dilengkapi dengan Notifikasi Telegram
Penelitian ini menyajikan perancangan alat monitoring infus intravena (IV) berbasis ESP32 yang dilengkapi dengan notifikasi Telegram untuk membantu tenaga medis memantau kondisi infus secara real-time. Sistem menggunakan sensor load cell untuk mengukur sisa cairan infus, sensor optocoupler untuk mendeteksi laju tetesan infus, serta sensor Light Dependent Resistor (LDR) untuk mendeteksi aliran balik darah pada selang infus. Hasil pembacaan sensor ditampilkan pada LCD 20×4 dan dikirimkan ke bot Telegram melalui jaringan Wi-Fi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor load cell memiliki rata-rata kesalahan sebesar 1% dan tingkat akurasi sebesar 99% pada rentang pengukuran 100–500 g. Sensor optocoupler mampu menghitung tetesan infus dengan baik, dengan tingkat kesalahan 0% dan akurasi 100% pada lima variasi volume pengujian tetesan makro, yaitu 5–25 mL. Sementara itu, sensor LDR mampu membedakan kondisi tanpa darah dengan tegangan 0,1–0,3 V dan kondisi aliran balik darah dengan tegangan 4,13–5,12 V. Bot Telegram berhasil mengirimkan notifikasi ketika cairan infus hampir habis, tetesan infus berhenti, dan terjadi aliran balik darah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa alat yang dikembangkan mampu melakukan monitoring kondisi infus secara otomatis dan andal serta memberikan notifikasi jarak jauh secara real-time kepada tenaga keperawatan, sehingga dapat meningkatkan keamanan dan efisiensi dalam pemantauan pasien.\r\nKata kunci: ESP32, monitoring infus, LDR, load cell, optocoupler, notifikasi Telegram.
Tidak tersedia versi lain