Skripsi
RANCANG BANGUN ALAT PENGHANGAT CAIRAN PORTABEL UNTUK AMBULANS DILENGKAPI SISTEM MANAJEMEN BATERAI
Hipotermia merupakan kondisi penurunan suhu tubuh di bawah batas normal yang dapat terjadi akibat pemberian cairan infus bersuhu rendah, terutama pada kondisi darurat, sehingga diperlukan alat yang mampu mempertahankan suhu cairan mendekati suhu tubuh normal. Penelitian ini bertujuan merancang dan merealisasikan alat penghangat cairan portabel untuk ambulans dengan catu daya baterai yang dilengkapi Battery Management System (BMS) dan LCD Nextion sebagai antarmuka pengguna. Metode yang digunakan adalah rancang bangun. Sistem terdiri atas Arduino Nano, sensor suhu DS18B20, heater, baterai lithium-ion, dan BMS. Pengujian akurasi suhu dilakukan pada setpoint 36°C, 37°C, dan 38°C dengan variasi suhu ruang 24°C, 26°C, 28°C, dan 30°C, dibandingkan dengan termometer digital. Pengujian juga meliputi waktu pengisian dan waktu pemakaian baterai, pengaruh persentase kapasitas baterai terhadap kinerja heater, fungsi cut-off BMS, serta alarm overheat. Hasil penelitian menunjukkan alat mampu mempertahankan suhu cairan pada rentang 36°C–38°C dengan akurasi tertinggi 99,76% dan akurasi terendah 94,92%. Waktu pengisian baterai adalah 4 jam 10 menit dan waktu pemakaian 7 jam 3 menit. Penurunan persentase kapasitas baterai tidak memengaruhi kinerja heater secara signifikan selama baterai berada pada rentang kerja sistem. BMS berfungsi dengan baik melalui mekanisme cut-off yang ditandai penurunan arus pengisian dari rata-rata 11,5 mA menjadi 0,016 mA saat baterai penuh, sedangkan alarm overheat bekerja sesuai program melalui buzzer. Alat yang dirancang dapat berfungsi sebagai penghangat cairan portabel untuk membantu mengurangi risiko hipotermia
Tidak tersedia versi lain