Karya Tulis Ilmiah
RANCANG BANGUN ALAT DETEKSI TINGKAT STRESS MENGGUNAKAN LIMA PARAMETER FISIOLOGIS BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)
Stress merupakan respons fisiologis dan psikologis tubuh terhadap tekanan yang, apabila tidak \r\nterdeteksi sejak dini, dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik maupun mental. Penelitian ini \r\nbertujuan merancang dan membangun alat deteksi tingkat stres berdasarkan lima parameter \r\nfisiologis, yaitu suhu tubuh, detak jantung (BPM), konduktansi kulit (GSR), laju pernapasan (RR), \r\ndan tekanan darah (BP), yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT). Sistem menggunakan \r\nsensor DS18B20 untuk suhu tubuh, MAX30102 untuk detak jantung, modul GSR untuk konduktansi \r\nkulit, dan KY-037 untuk laju pernapasan, sedangkan data tekanan darah diinput secara manual oleh \r\npengguna. Mikrokontroler Arduino Mega 2560 berfungsi sebagai pengendali utama yang mengolah \r\ndata sensor dan menjalankan logika fuzzy metode Mamdani untuk mengklasifikasikan tingkat stres \r\nke dalam tiga status, yaitu rileks, normal, dan tegang. Hasil klasifikasi ditampilkan pada LCD \r\nNextion 3.5 inch dan dikirim ke aplikasi Android Blynk melalui mikrokontroler ESP32 untuk \r\npemantauan jarak jauh. Pengujian akurasi sensor pada 10 responden berusia 20–29 tahun \r\nmenunjukkan sensor suhu memiliki akurasi 98,65%, detak jantung 95,23%, GSR 85,23%, dan laju \r\npernapasan 86,84% terhadap alat ukur standar. Alat ini terbukti mampu membaca kelima parameter \r\nfisiologis secara bersamaan dan menampilkan klasifikasi tingkat stres secara real-time.
Tidak tersedia versi lain