Skripsi
Rancang Bangun Alat Ukur Hemoglobin Non-Invasif Menggunakan Algoritma Random Forest Dilengkapi Edukasi Kesehatan
Anemia merupakan kondisi yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dalam darah sehingga mengganggu distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Pemeriksaan hemoglobin umumnya dilakukan secara invasif melalui pengambilan sampel darah, sehingga diperlukan metode alternatif yang lebih praktis, nyaman, dan non-invasif. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun alat ukur hemoglobin non-invasif menggunakan algoritma random forest sebagai sarana skrining awal anemia dan pemantauan kadar hemoglobin pada orang dewasa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, pengembangan model, serta pengujian kinerja alat. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Juni 2026 di lingkungan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II dan UPTD Puskesmas Klari dengan melibatkan 15 responden berusia 20–50 tahun. Sistem menggunakan sensor MAX30102, mikrokontroler ESP32, dan layar Nextion. Hasil evaluasi model menunjukkan nilai Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,6 g/dL, Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0,9 g/dL, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,8135. Pengujian alat menghasilkan rata-rata kesalahan sebesar 0,40 g/dL dengan tingkat akurasi rata-rata 97% dibandingkan metode invasif. Secara keseluruhan, alat mampu mengestimasi kadar hemoglobin dengan cepat dan memiliki tingkat akurasi yang baik sehingga berpotensi digunakan sebagai alat skrining awal anemia. Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi limbah medis akibat penggunaan alat sekali pakai serta mengurangi rasa takut pasien terhadap prosedur pengambilan darah menggunakan jarum suntik.
Tidak tersedia versi lain