Skripsi
HUBUNGAN INTENSITAS KEBISINGAN DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN GEJALA HIPERTENSI PADA PEKERJA DI AREA PRODUKSI PT TANSRI GANI, CIKARANG BARAT, KAB.BEKASI, JAWA BARAT TAHUN 2026
PT Tansri Gani perusahaan produksi kemasan plastik,pada industry tersebut menunjukkan bahwa intensitas kebisingan pada beberapa area produksi telah mencapai atau melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) sebesar 85 dBA untuk durasi kerja 8 jam per hari. Paparan kebisingan yang melebihi NAB diduga dapat meningkatkan tekanan darah melalui respons stres fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas kebisingan, penggunaan alat pelindung telinga, usia, masa kerja, dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada pekerja di area produksi PT Tansri Gani, Cikarang Barat, Kab. Bekasi, Jawa Barat, Tahun 2026.\r\nPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 31 pekerja shift pertama dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan Fisher\'s Exact.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa dari 31 pekerja, sebanyak 17 pekerja (54,8%) memiliki tekanan darah tidak normal, 18 pekerja (58,1%) terpapar kebisingan ≥ 85 dBA, 22 pekerja (71,0%) menggunakan alat pelindung telinga, 21 pekerja (67,7%) berusia ≤ 40 tahun, 21 pekerja (67,7%) memiliki masa kerja ≤ 5 tahun, dan 18 pekerja (58,1%) melakukan aktivitas fisik < 150 menit per minggu. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah (p-value = 0,003; OR = 11,667; 95% CI = 2,125–64,039). Sementara itu, penggunaan alat pelindung telinga (p-value = 1,000), usia (p-value = 1,000), masa kerja (p-value = 1,000), dan aktivitas fisik (p-value = 0,524) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan tekanan darah pekerja.\r\nKesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas kebisingan dengan tekanan darah pada pekerja di area produksi PT Tansri Gani. Pekerja yang terpapar kebisingan ≥ 85 dBA memiliki peluang 11,667 kali mengalami tekanan darah tidak normal dibandingkan pekerja yang terpapar kebisingan < 85 dBA. Sebaliknya, penggunaan alat pelindung telinga, usia, masa kerja, dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan tekanan darah pekerja. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat upaya pengendalian kebisingan pada sumber maupun media transmisi serta melakukan pemantauan kesehatan pekerja secara berkala untuk mencegah dampak kebisingan terhadap sistem kardiovaskular.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain