Skripsi
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN FISIK, FAKTOR PSIKOSOSIAL FAKTOR ERGONOMI DAN FAKTOR MANUSIA DENGAN GEJALA ASTENOPIA PADA PEKERJA KANTOR PT TANSRI GANI CIKARANG BARAT, KAB. BEKASI TAHUN 2026
Penggunaan komputer secara intensif pada pekerjaan perkantoran dapat meningkatkan risiko terjadinya gejala astenopia. Berdasarkan hasil Praktik Kerja Lapangan di PT Tansri Gani Cikarang Barat, Kab, Bekasi pada bulan November 2025, ditemukan intensitas pencahayaan pada beberapa ruang kantor masih berada di bawah standar yang ditetapkan serta hasil survei pendahuluan pada 12 Januari 2026 terhadap 10 pekerja menunjukkan bahwa 7 pekerja pernah mengalami gejala astenopia saat bekerja. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya potensi pengaruh faktor lingkungan kerja dan karakteristik individu terhadap terjadinya gejala astenopia. Oleh karena itu, penelitian ini berjudul \"Hubungan antara Faktor Lingkungan Fisik, Faktor Psikososial, Faktor Ergonomi, dan Faktor Manusia dengan Gejala Astenopia pada Pekerja Kantor PT Tansri Gani Cikarang Barat Kab. Bekasi Tahun 2026\". Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam menyusun upaya pencegahan dan pengendalian gejala astenopia pada pekerja kantor. \r\nJenis penelitian ini adalah studi deskriptif analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja kantor PT Tansri Gani yang menggunakan perangkat komputer atau laptop sebanyak 60 orang pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan diperoleh 53 responden yang memenuhi kriteria penelitian. \r\nHasil penelitian diperoleh bahwa variabel yang berhubungan antara lain durasi kerja dengan gejala astenopia (p-value = 0,005), usia dengan gejala astenopia (p-value = 0,043), dan kelainan refraksi dengan gejala astenopia (p-value = 0,008). Sementara variabel yang tidak memiliki hubungan adalah intensitas pencahayaan dengan gejala astenopia (p-value = 0,504), masa kerja dengan gejala astenopia (p-value = 0,627), jarak monitor dengan gejala astenopia (p-value = 0,252), dan istirahat mata dengan gejala astenopia (p-value = 0,252). Faktor yang berhubungan dengan gejala astenopia pada penelitian ini adalah durasi kerja, usia, dan kelainan refraksi. Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan gejala astenopia pada penelitian ini adalah intensitas pencahayaan, masa kerja, jarak monitor, dan istirahat mata.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain