Karya Tulis Ilmiah
Studi Literatur Aktivitas Antioksidan Minyak Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.)
Pendahuluan: Stres oksidatif akibat akumulasi radikal bebas merupakan salah satu pemicu utama penyakit degeneratif dan kronis, sehingga penggunaan antioksidan alami dari tumbuhan semakin mendapat perhatian. Minyak Sacha Inchi (Plukenetia volubilis L.) mengandung banyak asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) serta senyawa bioaktif seperti tokoferol, polifenol, flavonoid, dan fitosterol yang berpotensi sebagai sumber antioksidan alami unggulan. \r\n\r\nTujuan: Menganalisis dan menyintesis bukti ilmiah mengenai senyawa antioksidan yang terkandung serta aktivitas antioksidan Minyak Sacha Inchi berdasarkan berbagai metode pengujian.\r\n\r\nMetode: Studi literatur dengan cara mencari dan menganalisis sumber tertulis berupa original article dengan kriteria inklusi dan eksklusi, yang didapat melalui berbagai situs pencarian jurnal.\r\n\r\nHasil dan Kesimpulan: Minyak Sacha Inchi mengandung senyawa bioaktif utama berupa tokoferol (γ- dan δ-tokoferol), fitosterol (β-sitosterol), skualen, serta senyawa fenolik dan flavonoid, dengan kadar tertinggi umumnya ditemukan pada bagian non-minyak (kulit ari, cangkang, dan bungkil) dibandingkan fraksi minyaknya. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH, ABTS, FRAP, dan ORAC, menunjukkan hasil bervariasi dari kategori sangat kuat (IC50 8,86–38,48 ppm) hingga sangat lemah, dipengaruhi oleh bagian tanaman, metode ekstraksi (cold-press/cold extrusion vs maserasi/Soxhlet), dan jenis pelarut. Metode ekstraksi tanpa panas dan tanpa pelarut kimia terbukti paling efektif mempertahankan senyawa bioaktif termolabil sehingga menghasilkan aktivitas antioksidan optimal. Minyak Sacha Inchi berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku produk pangan fungsional dan kosmetik antioksidan.
Tidak tersedia versi lain