Karya Tulis Ilmiah
Studi Literatur Pola Peresepan Obat Antidiabetik Oral pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis akibat resistensi insulin dan penurunan fungsi sel β pankreas yang prevalensinya terus meningkat secara global maupun di Indonesia. Obat antidiabetik oral (ADO) menjadi terapi utama bagi pasien DMT2 yang belum memerlukan insulin, namun pola peresepannya bervariasi antar fasilitas pelayanan kesehatan sehingga perlu dikaji secara komprehensif melalui studi kepustakaan.\r\nTujuan: Mengetahui pola peresepan obat antidiabetik oral pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 berdasarkan hasil studi literatur, meliputi karakteristik pasien dan gambaran pola peresepan ADO.\r\nMetode: Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) dengan analisis deskriptif melalui pendekatan sintesis naratif terhadap data sekunder dari empat artikel/jurnal terkait pola peresepan ADO pada pasien DMT2 di empat fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia.\r\nHasil: Dari 630 pasien pada empat literatur, karakteristik pasien didominasi oleh kelompok usia lansia (>45 tahun) dengan proporsi 91,00%-95,13% dan jenis kelamin perempuan dengan proporsi 56,00%-73,33%. Pola peresepan ADO didominasi oleh terapi monoterapi pada tiga dari empat penelitian, dengan golongan biguanida (metformin) sebagai golongan dan zat aktif yang paling banyak digunakan, diikuti golongan sulfonilurea (glimepirid) sebagai terapi lini kedua.\r\nKesimpulan: Pola peresepan ADO pada pasien DMT2 secara umum sesuai dengan algoritma tata laksana PERKENI, dengan metformin sebagai terapi lini pertama. Karakteristik usia lansia dan jenis kelamin perempuan mendominasi populasi pasien DMT2 pada studi yang dikaji.
Tidak tersedia versi lain