Skripsi
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN FISIK UDARA RUANGAN TERHADAP KUALITAS BAKTERIOLOGIS UDARA DI PUSKESMAS BOGOR UTARA KOTA BOGOR, JAWA BARAT TAHUN 2026
Kualitas udara ruang pelayanan kesehatan penting dijaga agar tidak menjadi media penularan bakteri. Pengamatan awal di Puskesmas Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat menunjukkan variasi lingkungan fisik udara yang berpotensi mempengaruhi angka kuman udara di perkuat dengan adanya keluhan kenyamanan pegawai. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan faktor lingkungan fisik ruangan dengan kualitas bakteriologis udara di Puskesmas Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.\r\n\r\nPenelitian dilakukan pada Maret – Juni. Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh ruangan yang ada di puskesmas sebanyak 26 ruangan baik pelayanan maupun perawatan. Dilakukan pengukuran terhadap suhu kelembapan pencahayaan kecepatan aliran udara dan bakteri udara dengan metode settle plate. Data di olah menggunakan uji analisis Spearman.\r\n\r\nHasil penelitian menunjukkan rata-rata suhu udara 26,17°C, kelembapan 69,82, pencahayaan 172,37 Lux, dan aliran udara 1,74 m/s. Rata-rata jumlah bakteri udara mencapai 1.215,24 CFU/m³. Hasil uji Spearman menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara kualitas bakteriologis dengan suhu (r = 0,085; p = 0,679), kelembapan (r = 0,086; p = 0,677), aliran udara (r = 0,094; p = 0,647), maupun pencahayaan (r = 0,105; p = 0,611). Diperlukan penelitian lanjutan terhadap faktor lain yang akan mempengaruhi jumlah bakteri udara diantaranya kepadatan dan mobilitas pekerja maupun pasien.
Tidak tersedia versi lain