Karya Tulis Ilmiah
Profil Peresepan Antibiotik Pada Pasien Anak Di Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Periode Januari - Maret Tahun 2026
Pendahuluan: Antibiotik merupakan terapi farmakologi utama untuk mengatasi infeksi bakteri, namun penggunaan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik (AMR), terutama pada pasien anak yang memiliki perbedaan fisiologis dengan orang dewasa dalam hal metabolisme, sistem imun, dan penentuan dosis.\r\nTujuan: Mengetahui profil peresepan obat antibiotik pada pasien anak di Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Periode Januari–Maret 2026 berdasarkan karakteristik pasien, zat aktif, golongan, dan bentuk sediaan yang diresepkan.\r\nMetode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis. Sampel berjumlah 100 rekam medis, diambil dari populasi 382 rekam medis menggunakan teknik systematic random sampling. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel.\r\nHasil: Dari 100 pasien anak yang mendapatkan peresepan antibiotik, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (61%) dengan kelompok usia terbanyak balita 1–5 tahun (54%). Berdasarkan zat aktif tunggal (75 resep), azitromisin paling banyak diresepkan (53,33%), sedangkan peresepan kombinasi (25 resep) didominasi OAT/KDT (68,00%). Berdasarkan golongan, OAT merupakan golongan tertinggi (52,87%), diikuti makrolida (25,86%) dan sefalosporin (13,22%). Bentuk sediaan terbanyak adalah puyer (46,30%).\r\nKesimpulan: Peresepan antibiotik pada pasien anak di Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Periode Januari–Maret 2026 didominasi oleh pasien laki-laki kelompok usia balita, dengan azitromisin sebagai zat aktif tunggal dan OAT/KDT sebagai kombinasi yang paling banyak diresepkan, golongan OAT sebagai golongan terbanyak, serta puyer sebagai bentuk sediaan yang paling banyak digunakan.
Tidak tersedia versi lain