Karya Tulis Ilmiah
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT RETUR INTRAVENA (IV) DISPENSING DI RUMAH SAKIT X
ABSTRAK \r\nEvaluasi Pengelolaan Obat Retur Iv Dispensing di Rumah Sakit X\r\nOleh:\r\nAyu Afira Apriyani\r\nP2.48.40.1.23.018\r\n\r\nPendahuluan: Pengelolaan sediaan farmasi di rumah sakit harus menjamin mutu dan keamanan, termasuk pada sediaan intravena yang memerlukan IV Dispensing tersentralisasi. Namun, tingginya angka retur obat akibat perubahan terapi atau kondisi pasien sering kali menyebabkan inefisiensi biaya dan risiko pemborosan limbah medis.\r\nTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan retur obat IV Dispensing di unit rawat inap Rumah Sakit X, menganalisis faktor penyebab retur, serta mengetahui penanganan akhir sediaan retur berdasarkan Beyond Use Date (BUD).\r\nMetode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional secara prospektif selama 7 hari di Rumah Sakit X Jakarta Barat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, yaitu seluruh sediaan intravena yang diretur dari unit rawat inap selama periode observasi.\r\nHasil: Selama 7 hari pengamatan, diperoleh 798 unit sediaan intravena yang diretur. Sebanyak 507 unit (63,5%) dikategorikan re-use (layak pakai) dan 291 unit (36,5%) menjadi limbah (expired). Golongan obat dengan tingkat limbah tertinggi adalah Antikonvulsan (100%), Antispasmodik (100%), dan Mukolitik (95,3%). Faktor utama retur adalah perubahan instruksi terapi, pasien pulang, atau meninggal dunia, dengan kendala utama berupa singkatnya BUD sediaan steril setelah direkonstitusi.\r\nKesimpulan: Pengelolaan retur di Rumah Sakit X masih menunjukkan angka limbah yang signifikan. Sediaan IV Admixture dan rekonstitusi memiliki kerentanan tinggi terhadap kerusakan akibat batas BUD yang sangat singkat. Diperlukan koordinasi yang lebih ketat antara pihak rawat inap dan farmasi sebelum dispensing dilakukan untuk menekan jumlah sediaan yang terbuang.\r\nKata Kunci: Retur Obat, IV Dispensing, Beyond Use Date
Tidak tersedia versi lain