Skripsi
EVALUASI PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN TERAPI RADIASI KANKER SERVIKS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK INTENSITY MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT)
INTISARI\r\n\r\nPROGRAM SARJANA TERAPAN PRODI TEKNOLOGI RADIOLOGI PENCITRAAN JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN JAKARTA II\r\nSKRIPSI, 2026\r\nMUHAMMAD RAFI RAJALI (P2.11.30.2.22.040)\r\n\r\nEVALUASI PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN TERAPI RADIASI KANKER SERVIKS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK INTENSITY MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT)\r\nV BAB + 100 Halaman + 4 Gambar + 18 Tabel + 9 Lampiran\r\nLatar belakang : Kadar Hemoglobin sangat menentukan keberhasilan penyinaran dikarenakan berperan untuk mengangkut oksigen ke jaringan tumor guna memaksimalkan sensitivitas sel kanker serviks terhadap radiasi. Namun, penyinaran area pelvis pada radioterapi berpotensi menekan fungsi sumsum tulang (myelosupresi) sehingga memicu penurunan kadar hemoglobin. Meskipun teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) mampu memberikan konformitas dosis tinggi pada target tumor, paparan dosis rendah pada struktur tulang pelvis yang luas tetap berdampak pada hematologi pasien.\r\nTujuan : Menganalisis signifikansi perubahan kadar hemoglobin pasien kanker serviks di setiap interval 5 fraksinasi radioterapi teknik IMRT, serta mengevaluasi hubungannya dengan kelompok usia dan stadium kanker pasien.\r\nMetode Penelitian : Kuantitatif retrospektif dengan rancangan time series longitudinal untuk mengamati tren kadar hemoglobin pasien. Sampel penelitian terdiri dari 40 pasien kanker serviks di salah satu Instalasi Radioterapi Rumah Sakit di wilayah Jakarta Selatan pada periode 2024-2025 yang memenuhi kriteria inklusi dan menerima radioterapi IMRT dengan dosis total 50 Gy (2 Gy/fraksi). Data kadar Hb diukur per interval 5 fraksi, diolah secara inferensial menggunakan Repeated Measures dan Mixed-Design ANOVA.\r\nHasil : Perubahan kadar hemoglobin yang signifikan selama masa radioterapi (p = 0,005). Terjadi penurunan awal dari baseline (10,33 g/dL) menuju titik terendah pada Fraksi 5 (10,01 g/dL), sebelum akhirnya berbalik mengalami pemulihan (recovery) pada Fraksi 20 (10,86 g/dL). Pengujian interaksi menunjukkan tidak terdapat perbedaan pola perubahan Hb berdasarkan kelompok usia (p = 0,904) dan stadium kanker (p=0,004).\r\nKesimpulan : Pemberian fraksinasi radioterapi IMRT menyebabkan perubahan kadar hemoglobin berupa penurunan akut di awal terapi sebelum mengalami pemulihan signifikan di akhir fraksinasi.\r\n\r\n\r\nKata Kunci : Fraksinasi Radioterapi, Hemoglobin, Kanker Serviks, IMRT\r\nDaftar bacaan : 32 (2016 – 2026)
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain