Karya Tulis Ilmiah
Profil Peresepan Antibiotik di RS X Bekasi Periode Januari-Maret 2026
Pendahuluan : Penggunaan antibiotik tanpa indikasi yang tepat dan tanpa resep dokter meningkatkan risiko resistensi antimikroba, yang dapat memperpanjang masa rawat, meningkatkan beban biaya, dan menurunkan efektivitas terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase peresepan antibiotik di RS X Bekasi berdasarkan zat aktif dan golongan, peresepan obat generik dan obat dagang, serta bentuk sediaan antibiotik.\r\nMetode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif retrospektif dengan menganalisis 300 lembar resep antibiotik pasien periode Januari–Maret 2026 yang diambil menggunakan teknik simple random sampling.\r\nHasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa peresepan antibiotik pada pasien laki-laki sebanyak 153 lembar resep (51%) dan perempuan sebanyak 147 lembar resep (49%). Golongan antibiotik yang paling banyak diresepkan adalah Sefalosporin sebanyak 178 lembar resep (59,33%) dengan zat aktif terbanyak Cefixime 200 mg sebanyak 84 lembar resep. Peresepan dengan nama dagang mendominasi sebanyak 258 lembar resep (86%) dibandingkan nama generik sebanyak 42 lembar resep (14%), dengan bentuk sediaan tablet sebagai yang paling banyak diresepkan yaitu 117 lembar resep (39%). \r\nKesimpulan : Antibiotik diresepkan pada RS X didominasi oleh golongan Sefalosporin, peresepan dengan nama dagang dalam bentuk sediaan tablet.\r\nKata kunci : antibiotik;peresepan;rumah sakit.
Tidak tersedia versi lain