Karya Tulis Ilmiah
Pola Peresepan Antiplatelet pada Pasien Infark Miokard Akut di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Tahun 2025
Pendahuluan: Infark miokard akut (IMA) merupakan penyakit kardiovaskular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian global. IMA diklasifikasikan menjadi STEMI dan NSTEMI. Antiplatelet merupakan salah satu terapi utama dalam penatalaksanaan IMA untuk mencegah pembentukan trombus dan menurunkan risiko kejadian iskemik berulang. Oleh karena itu, diperlukan penelitian mengenai pola peresepan antiplatelet pada pasien IMA.\r\n\r\nTujuan: Mengetahui pola peresepan antiplatelet pada pasien Infark Miokard Akut di instalasi rawat inap RSUP Fatmawati tahun 2025.\r\n\r\nMetode: Penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis pasien IMA yang dirawat inap. Sampel dipilih dengan metode systematic random sampling.\r\n\r\nHasil: Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (80,22%) dan berusia ≥60 tahun (51,65%). Penyakit penyerta yang paling banyak ditemukan adalah diabetes melitus. NSTEMI merupakan diagnosis yang paling banyak ditemukan (68,68%). Sebagian besar pasien mendapatkan terapi Dual Antiplatelet Therapy (DAPT) sebanyak (71,98%), dengan kombinasi aspirin dan clopidogrel sebagai regimen terbanyak yaitu (54,40%). Sebagian pasien juga memperoleh terapi golongan obat jantung selain antiplatelet, dengan kombinasi antikolesterol, antihipertensi, dan antiangina sebagai terapi yang paling sering diberikan.\r\n\r\nKesimpulan: Pola peresepan antiplatelet didominasi oleh terapi DAPT, terutama kombinasi aspirin-clopidogrel pada pasien NSTEMI serta aspirin-ticagrelor pada pasien STEMI.\r\n\r\n\r\nKata kunci: Infark Miokard Akut, Antiplatelet, Pola Peresepan, Dual Antiplatelet Therapy (DAPT), Rawat Inap.
Tidak tersedia versi lain