Karya Tulis Ilmiah
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Tenaga Kefarmasian serta Radiografer dalam Penanganan Pasien Pengguna Metformin Sebelum Pemberian Media Kontras Di RSUD Tarakan
Pendahuluan: Penggunaan metformin pada pasien diabetes melitus yang menjalani\r\npemeriksaan radiologi dengan media kontras berisiko memicu gangguan fungsi\r\nginjal dan Metfomin Associated Lactic Acidosis (MALA). Pengetahuan dan praktik\r\ntenaga kefarmasian dan radiografer sangat krusial untuk mencegah risiko tersebut.\r\n\r\nTujuan: Menganalisis tingkat pengetahuan, sikap dan praktik tenaga kefarmasian\r\nserta radiografer terkait penanganan metformin sebelum pemberian media kontras di\r\nRSUD Tarakan.\r\n\r\nMetode: Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan teknik purposive\r\nsampling pada tenaga kefarmasian dan radiografer. Data dikumpulkan melalui\r\nkuesioner terstruktur yang tervalidasi pakar (indeks Aiken’s V sebesar 0,75).\r\nAnalisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi,\r\npersentase, dan nilai rata-rata (mean).\r\n\r\nHasil: Sebanyak 50% responden (radiografer) mengetahui keberadaan SOP,\r\nsedangkan 50% (tenaga kefarmasian) tidak mengetahui. Seluruh responden belum\r\npernah menerima sosialisasi SOP dalam 12 bulan terakhir. Tingkat pengetahuan\r\nradiografer masuk kategori baik (80%), sedangkan tenaga kefarmasian berada pada\r\nkategori cukup (65%). Pada praktik skrining pra-kontras, radiografer memperoleh\r\nrerata 2,8 (baik), sementara tenaga kefarmasian memperoleh 1,0 (kurang). Pada\r\naspek dokumentasi, komunikasi, dan edukasi, radiografer mencatatkan nilai 3,6\r\n(sangat baik), sedangkan tenaga kefarmasian sebesar 1,6 (kurang) akibat\r\nketerbatasan peran langsung di instalasi radiologi.\r\n\r\nKesimpulan: Pengetahuan dan praktik responden berada pada kategori cukup\r\nhingga baik. Namun, sosialisasi SOP dan pelaksanaan skrining pra-kontras masih\r\nperlu ditingkatkan demi menjamin keselamatan pasien.
Tidak tersedia versi lain