Karya Tulis Ilmiah
Hubungan Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi dengan Komorbid Diabetes Mellitus Tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD Cempaka Putih Tahun 2025
Pendahuluan: Hipertensi dengan komorbid diabetes melitus tipe 2 umumnya memerlukan terapi kombinasi yang dapat meningkatkan risiko polifarmasi dan potensi interaksi obat. \r\nTujuan: Mengetahui hubungan antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat pada pasien hipertensi dengan komorbid diabetes mellitus tipe 2 di Instalasi Rawat Jalan RSUD Cempaka Putih periode Januari–Desember 2025.\r\nMetode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data rekam medis dan resep pasien secara retrospektif. Sampel diperoleh dengan teknik total sampling sebanyak 63 pasien. Potensi interaksi obat dianalisis menggunakan Medscape dan Drugs.com, sedangkan hubungan antara polifarmasi dan potensi interaksi obat dianalisis menggunakan uji Fisher Exact \r\nHasil: Ditemukan 85 potensi interaksi antara obat antihipertensi dan antidiabetes dengan kombinasi terbanyak candesartan dan insulin degludec/aspart (24%), serta 133 potensi interaksi pada terapi obat lain dengan kombinasi terbanyak amlodipin dan simvastatin (15%). Interaksi didominasi kategori moderate, yaitu 99% pada interaksi antihipertensi dan antidiabetes dan 93% pada terapi obat lain. Hasil uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polifarmasi dan potensi interaksi obat (p = 0,457). \r\nKesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara polifarmasi dengan potensi interaksi obat yang mengindikasikan interaksi obat tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya obat yang digunakan, tetapi juga oleh karakteristik kombinasi obat yang diresepkan. \r\nKata Kunci: Hipertensi, Diabetes Mellitus Tipe 2, Polifarmasi, Interaksi Obat, Fisher Exact.
Tidak tersedia versi lain