Karya Tulis Ilmiah
HUBUNGAN POLIFARMASI DENGAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN RISIKO KOMPLIKASI DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUP PERSAHABATAN PERIODE OKTOBER –DESEMBER TAHUN 2025
Hubungan Polifarmasi dengan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi\r\ndengan Resiko Komplikasi di Instalasi Rawat Jalan RSUP Persahabatan Periode\r\nOktober - Desember tahun 2025\r\nOleh:\r\nAdinda Ragil\r\nP2.48.40.1.23.001\r\nPendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular dengan\r\nprevalensi tertinggi yang penatalaksanaannya sering membutuhkan kombinasi dua\r\natau lebih obat antihipertensi. Penggunaan kombinasi ini memicu polifarmasi yang\r\nmeningkatkan risiko terjadinya interaksi obat (Drugs Interactions).\r\nTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan polifarmasi dengan\r\npotensi interaksi obat di RSUP Persahabatan.\r\nMetode: Metode penelitian menggunakan cross-sectional dengan pengambilan\r\ndata melalui rekam medis. Skrining interaksi menggunakan drugs.com, kemudian\r\ndata diuji menggunakan Fisher\'s Exact Test.\r\nHasil: Hasil penelitian terhadap 110 pasien menunjukkan prevalensi polifarmasi\r\nsebesar (91,8%) dan kejadian interaksi obat mencapai (90,9%).Berdasarkan tingkat\r\nkeparahannya, interaksi moderat mendominasi sebesar (85,3%), diikuti major\r\n(11,0%), dan minor (3,7%). Berdasarkan mekanisme, interaksi farmakodinamik\r\n(77,5%) lebih dominan dibandingkan farmakokinetik (22,5%). Uji statistik\r\nmemperoleh nilai dengan nilai (P < 0,001).\r\nKesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara polifarmasi dengan\r\nmeningkatnya potensi interaksi obat. Semakin banyak jumlah obat yang\r\ndikonsumsi pasien, semakin tinggi risiko terjadinya interaksi obat. Oleh karena itu,\r\ndiperlukan kolaborasi interprofesi antara dokter dan apoteker dalam melakukan\r\nrekonsiliasi obat untuk meningkatkan keselamatan pasien.\r\nKata Kunci: Hipertensi, Polifarmasi, Potensi Interaksi Obat, Risiko Komplikasi.
Tidak tersedia versi lain