Karya Tulis Ilmiah
Evaluasi Fisik dan Uji Hedonik Sediaan Krim dengan Variasi Konsentrasi Minyak Biji Tamanu (Calophyllum inophyllum L.) dan Minyak Biji Kelor (Moringa oleifera L.) Sebagai Sun Protection Factor (SPF).
Pendahuluan: Krim sunscreen yang mengombinasikan minyak biji tamanu (Calophyllum inophyllum L.) dan minyak biji kelor (Moringa oleifera L.) berpotensi sebagai tabir surya karena mengandung senyawa yang mampu melindungi kulit dari paparan radiasi sinar ultraviolet (UV). Pengembangan sediaan krim sunscreen memerlukan evaluasi fisik serta uji hedonik untuk mengetahui tingkat kesukaan dan penerimaan pengguna.\r\nTujuan: Mengetahui karakteristik fisik krim sunscreen kombinasi minyak biji tamanu dan minyak biji kelor, tingkat kesukaan pengguna berdasarkan uji hedonik, serta menentukan formulasi dengan tingkat penerimaan tertinggi.\r\nMetode: Penelitian eksperimental menggunakan enam formulasi krim sunscreen, terdiri atas tiga formulasi tipe minyak dalam air (M/A) dan tiga formulasi tipe air dalam minyak (A/M). Variasi konsentrasi minyak biji tamanu dan minyak biji kelor diuji melalui evaluasi organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan tipe krim. Uji hedonik melibatkan 30 responden menggunakan skala 1–7 terhadap parameter tekstur, warna, aroma, kemudahan pengolesan, dan sensasi setelah pemakaian.\r\nHasil: Seluruh formulasi krim sunscreen memenuhi persyaratan evaluasi fisik. Uji hedonik menunjukkan adanya perbedaan tingkat kesukaan panelis, dengan formulasi F4 tipe A/M (minyak biji tamanu 0,5% dan minyak biji kelor 2%) memperoleh nilai rata-rata hedonik tertinggi.\r\nKesimpulan: Variasi konsentrasi kombinasi minyak biji tamanu dan minyak biji kelor memengaruhi karakteristik fisik dan tingkat penerimaan panelis terhadap krim sunscreen. Formulasi F4 tipe A/M merupakan formulasi yang paling disukai berdasarkan uji hedonik.\r\nKata kunci: krim sunscreen, minyak biji tamanu, minyak biji kelor, evaluasi fisik, uji hedonik.
Tidak tersedia versi lain