Karya Tulis Ilmiah
Gambaran Nilai Time in Therapeutic Range Warfarin pada Pasien Fibrilasi Atrium di RSUD Tarakan Jakarta Periode 2025
Pendahuluan: Fibrilasi atrium (FA) meningkatkan risiko stroke 5 kali lipat dan gagal jantung 3 kali lipat akibat tromboemboli. Meski bukan pilihan utama, warfarin merupakan antikoagulan yang banyak digunakan karena terjangkau dan efektif menurunkan risiko stroke hingga 66%. Namun, obat ini memiliki rentang terapeutik yang sempit, sehingga keberhasilan terapi diukur melalui International Normalized Ratio (INR) target 2,0 – 3,0 dan dievaluasi dengan Time in Therapeutic Range (TTR). Target TTR ≥70% mengindikasikan hasil klinis lebih baik namun sulit dicapai akibat karakteristik pasien, kondisi kesehatan, dan interaksi obat. \r\n\r\nTujuan: Mengetahui persebaran nilai INR, nilai rata – rata TTR, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan capaian TTR pada pasien fibrilasi atrium yang menjalani terapi warfarin di RSUD Tarakan Jakarta periode 2025.\r\n\r\nMetode: Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif secara retrospektif. Data pasien fibrilasi atrium diperoleh dari Electronic Medical Records (EMR) di RSUD Tarakan Jakarta Periode 2025.\r\n\r\nHasil: Mayoritas pasien berusia ≥60 tahun (64,76%) dan berjenis kelamin laki–laki (53,33%). Komorbiditas terbanyak berupa hipertensi (51,42%) dan sebagian besar pasien mengalami polifarmasi (68,57%). Persebaran INR didominasi kategori INR
Tidak tersedia versi lain