Karya Tulis Ilmiah
Kejadian Hipoglikemia Pada Pasien Geriatri Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 yang Mendapatkan Terapi Tunggal Metformin atau Sulfonilurea di RSUD Tarakan Periode 2025
Pendahuluan: Pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipoglikemia akibat perubahan fisiologis dan penggunaan obat antidiabetik. Sulfonilurea diketahui lebih berisiko menyebabkan hipoglikemia dibandingkan metformin.\r\nTujuan: Mengetahui kejadian hipoglikemia pada pasien geriatri dengan diabetes melitus tipe 2 yang mendapatkan terapi tunggal metformin atau sulfonilurea di RSUD Tarakan periode 2025.\r\nMetode: Penelitian ini bersifat observasional analitik secara retrospektif. Data pasien diabetes melitus tipe 2 diperoleh dari E-MR di RSUD Tarakan periode 2025.\r\nHasil: Mayoritas pasien pada kedua kelompok berusia 60–69 tahun dan berjenis kelamin perempuan, yaitu 57,94% pada kelompok metformin dan 58,62% pada kelompok sulfonilurea. Penyakit Penyerta terbanyak adalah hipertensi (15,55%) pada metformin dan (15,87%) pada sulfonilurea. Proporsi kejadian hipoglikemia lebih tinggi pada pasien yang menerima terapi sulfonilurea (27,6%). Fisher’s Exact Test menunjukkan hasil (p = 0,007).\r\nKesimpulan: Sebagian besar pasien geriatri yang mengalami hipoglikemia adalah pasien pengguna terapi sulfonilurea. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara jenis antidiabetik dan kejadian hipoglikemia.
Tidak tersedia versi lain