Karya Tulis Ilmiah
ANALISIS TEKNIK PEMERIKSAAN PANORAMIC PASIEN NON-KOOPERATIF
Radiografi panoramic merupakan pemeriksaan radiologi yang mampu menampilkan struktur gigi, rahang, dan jaringan maksilofasial dalam satu citra. Kualitas citra yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknik pemeriksaan dan kerja sama pasien selama proses pemindaian. Permasalahan dapat ditemukan pada pasien non-kooperatif yang tidak bisa menggigit bite block, seperti anak-anak, lansia, atau pasien dengan keterbatasan tertentu, sehingga berpotensi menyebabkan distorsi, artefak, dan penurunan kualitas citra. Mengenai teknik pemeriksaan panoramic pada pasien dengan kondisi tersebut masih terbatas, sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui teknik yang digunakan serta kualitas citra yang dihasilkan.\r\nPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik pemeriksaan radiografi panoramic pada pasien non-kooperatif yang tidak dapat menggigit bite block di RS. X serta mengevaluasi hasil citra radiografi panoramic yang diperoleh. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi hasil citra radiografi panoramic.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan panoramic padas pasien non-kooperatif dilakukan dengan modifikasi teknik berupa instruksi kepada pasien untuk menempatkan ujung lidah di antara gigi depan sambil menutup mulut secara perlahan sebagai pengganti fungsi bite block. Teknik tersebut dipadukan dengan penggunaan penyangga kepala untuk meningkatkan stabilitas posisi pasien selama pemeriksaan. Hasil evaluasi citra menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi kualitas gambar berupa distorsi ringan dan ketidaksimetrisan akibat keterbatasan posisi pasien, struktur anatomi masih dapat tervisualisasi dengan cukup baik dan citra tetap dapat digunakan untuk tujuan diagnostik. Dengan demikian, modifikasi teknik tersebut dapat menjadi alternatif yang efektif pada pasien non-kooperatif yang tidak dapat menggigit bite block.
Tidak tersedia versi lain