Skripsi
ANALISIS RISIKO ERGONOMI DENGAN METODE RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DENGAN KELUHAN SUBJEKTIF MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA DOKTER GIGI DI PELAYANAN GIGI DAN MULUT WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN CENGKARENG, JAKARTA BARAT TAHUN 2026
Berdasarkan data World Health Organization tahun 2022, sekitar 1,71 miliar orang di \r\ndunia hidup dengan gangguan muskuloskeletal, dengan nyeri punggung bawah \r\nsebagai penyebab utama disabilitas jangka panjang. Dokter gigi berisiko tinggi \r\nmengalami Musculoskeletal Disorders (MSDs) karena karakteristik pekerjaannya \r\nmenuntut postur statis, fleksi leher, elevasi bahu, serta gerakan tangan berulang dengan \r\npresisi tinggi. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 12 dokter gigi di Pelayanan \r\nGigi dan Mulut Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cengkareng, sebanyak 58,3% \r\ntelah mengalami keluhan otot dan sendi seperti De Quervain Syndrome, Frozen \r\nShoulder, dan Herniated Nucleus Pulposus (HNP), serta postur kerja belum \r\nsepenuhnya sesuai prinsip ergonomi. Penelitian ini berjudul \"Analisis Risiko \r\nErgonomi Dengan Metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) Terhadap Keluhan \r\nSubjektif Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Dokter Gigi di Pelayanan Gigi dan \r\nMulut Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat Tahun 2026\". \r\n\r\nJenis penelitian ini adalah studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. \r\nPopulasi penelitian adalah seluruh dokter gigi di Pelayanan Gigi dan Mulut Wilayah \r\nKerja Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat yang berjumlah 12 orang, \r\ndengan sampel sebanyak 12 responden. \r\n\r\nHasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat \r\nrisiko ergonomi (p=0,065), umur (p=1,000), masa kerja (p=1,000), kesegaran jasmani \r\n(p=0,417), maupun paparan getaran (p=0,417) terhadap keluhan subjektif MSDs. \r\nMeskipun demikian, tingginya proporsi dokter gigi dengan risiko ergonomi tinggi \r\nhingga sangat tinggi (83,3%) serta keluhan subjektif MSDs kategori agak sakit \r\n(91,7%) menunjukkan perlunya penerapan ergonomi kerja secara berkelanjutan guna \r\nmencegah berkembangnya gangguan muskuloskeletal pada dokter gigi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain