Karya Tulis Ilmiah
Gambaran Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Penggunaan Jamu di RW 11 Kelurahan Cipulir Kecamatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan Tahun 2026
Pendahuluan : Jamu telah lama digunakan masyarakat Indonesia sebagai upaya pemeliharaan kesehatan dan pengobatan. Meningkatnya penggunaan jamu perlu diimbangi dengan pengetahuan yang memadai agar penggunaannya aman dan tepat. Kurangnya pemahaman mengenai dapat menimbulkan kesalahan dalam penggunaannya.\r\nTujuan : Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan jamu di RW 11 Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan Tahun 2026.\r\nMetode : Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 62 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis secara univariat. \r\nHasil : Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 36–50 tahun (54,8%), berjenis kelamin perempuan (80,6%), berpendidikan SMA (56,5%), dan tidak bekerja (59,7%). Sumber informasi mengenai jamu berasal dari keluarga atau teman (82,3%), tujuan penggunaan terbanyak untuk menjaga stamina kesehatan (62,9%), sumber jamu paling banyak berasal dari jamu gendong/tradisional (56,5%), serta frekuensi penggunaan jika diperlukan atau sesekali (69,4%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup, yaitu sebanyak 27 responden (43,5%).\r\nKesimpulan : Bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan jamu di RW 11 Kelurahan Cipulir berada pada kategori cukup. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan mengenai penggunaan jamu yang aman, perbedaan jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka, serta pentingnya memilih produk yang terdaftar dan bebas Bahan Kimia Obat (BKO).\r\nKata kunci: Jamu, Pengetahuan,Pengalaman Menggunakan
Tidak tersedia versi lain