Karya Tulis Ilmiah
Pola Peresepan Antihipertensi pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Stadium 5 di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Hermina Depok Tahun 2026
Pendahuluan: Gagal ginjal kronik (GGK) stadium 5 sering disertai hipertensi, baik sebagai penyebab maupun komplikasi yang memperberat kerusakan ginjal. GGK stadium 5 termasuk lima besar kasus terbanyak di Instalasi Rawat Inap RS Hermina Depok, namun data pola peresepan antihipertensi pada pasien ini belum tersedia.\r\n\r\nTujuan: Mengetahui pola peresepan antihipertensi, baik tunggal maupun kombinasi, pada pasien GGK stadium 5 di Instalasi Rawat Inap RS Hermina Depok tahun 2026.\r\n\r\nMetode: Penelitian deskriptif kuantitatif retrospektif cross sectional menggunakan data rekam medis periode 2026. Sampel 138 pasien diperoleh melalui purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi-eksklusi, dianalisis menggunakan Microsoft Excel.\r\n\r\nHasil: Pasien terbanyak berjenis kelamin perempuan 80 orang (57,97%), dengan kelompok usia terbanyak 55–64 tahun 46 orang (33,33%). Anemia merupakan penyakit penyerta terbanyak 70 pasien (36,27%). Golongan CCB paling banyak diresepkan 120 R/ (27,52%), dengan furosemide sebagai zat aktif tunggal terbanyak 102 R/ (23,39%). Pada terapi tunggal, golongan diuretik paling banyak digunakan 28 R/ (20,29%), kombinasi ARB+CCB merupakan kombinasi terbanyak 6 R/ (4,35%). Suplemen menjadi terapi suportive utama 226 R/ (14,80%).\r\n\r\nKesimpulan: Pola peresepan antihipertensi pada pasien GGK stadium 5, tunggal maupun kombinasi, secara umum sejalan dengan pedoman tata laksana hipertensi pada GGK. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan dan evaluasi berkala terhadap ketepatan pemilihan dan kombinasi antihipertensi untuk mengoptimalkan kontrol tekanan darah, memperlambat perburukan fungsi ginjal, dan mencegah komplikasi kardiovaskular.\r\n\r\nKata kunci: Gagal Ginjal Kronik Stadium 5, Antihipertensi, Pola Peresepan, Hipertensi, Rawat Inap
Tidak tersedia versi lain