Karya Tulis Ilmiah
Profil Pengobatan pada Pasien Stroke Iskemik di Instalasi Rawat Inap RSUD Kabupaten Bekasi Tahun 2025
Pendahuluan : Stroke iskemik terjadi karena adanya penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak pada jaringan otak. Pasien stroke iskemik menerima beberapa terapi pengobatan seperti antikoagulan, antiplatelet, antidisplidemia, antihipertensi dan neuroprotektan. Penatalaksanaan terapi stroke iskemik bertujuan untuk mencegah terjadinya kekambuhan stroke.\r\nTujuan : Mengetahui profil pengobatan pada pasien stroke iskemik di instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2025.\r\nMetode : Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif secara restrospektif dengan data sekunder dari rekam medis pasien rawat inap yang terdiagnosis stroke iskemik di RSUD Kabupaten Bekasi tahun 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.\r\nHasil : Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 160 sampel pasien stroke iskemik, pada usia dewasa laki-laki dominan mengalami stroke iskemik dan pada usia lansia cenderung dialami oleh perempuan. Kelompok usia dewasa sebagai kategori terbanyak sejumlah 90 pasien (56,25%). Golongan antihipertensi memiliki persentase tertinggi sebanyak 296 R/ (36,59%). Zat aktif citicoline paling sering diberikan pada pasien stroke iskemik sebanyak 153 R/ (18,91%). Total hari rawat pasien sebanyak 838 hari dengan rata-rata hari rawat selama 5 hari. Terdapat jumlah golongan antihipertensi lebih dari empat obat dalam satu pasien, yang dapat terjadi karena adanya perubahan terapi pengobatan. Kombinasi golongan obat pada pasien stroke iskemik didominasi oleh golongan antiplatelet, antidisplidemia, antihipertensi, dan neuroprotektan.\r\nKesimpulan : Pasien stroke iskemik di instalasi rawat inap mendapatkan terapi pengobatan golongan antikoagulan, antidisplidemia, antihipertensi, antiplatelet dan neuroprotektan sesuai dengan tata laksana terapi stroke.\r\nKata Kunci : stroke iskemik, terapi pengobatan, golongan obat, lama rawat.
Tidak tersedia versi lain