Karya Tulis Ilmiah
Evaluasi Potentially Inappropriate Medications (PIMs) pada Pasien Geriatri Kardiovaskular Berdasarkan Beers Criteria 2023 di RSUP Persahabatan Periode Januari - Juni 2025
Pendahuluan: Polifarmasi akibat tingginya komorbiditas pada pasien geriatri kardiovaskular memicu risiko Potentially Inappropriate Medications (PIMs) yang dapat mengancam keselamatan pasien. Oleh karena itu, evaluasi keamanan pengobatan menggunakan pedoman American Geriatrics Society (AGS) Beers Criteria 2023 sangat krusial.\r\nTujuan: Mengevaluasi kejadian PIMs pada pasien geriatri dengan penyakit kardiovaskular berdasarkan Beers Criteria 2023 serta hubungan kejadian PIMs dengan polifarmasi di RSUP Persahabatan periode Januari – Juni 2025.\r\nMetode: Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, cross-sectional yang bersifat retrospektif ini menggunakan data sekunder rekam medik pasien geriatri rawat jalan yang diambil melalui systematic random sampling.\r\nHasil: Dari 96 sampel rekam medis pasien geriatri dengan penyakit kardiovaskular. Mayoritas pasien berusia 60–69 tahun (62,50%) dan berjenis kelamin laki-laki (52,08%). Diagnosis primer terbanyak adalah coronary artery disease (47,92%) dengan komorbiditas dominan berupa diabetes melitus (24,48%), serta bisoprolol (7,66%) menjadi obat yang paling sering diresepkan. Evaluasi AGS Beers Criteria 2023 menunjukkan angka kejadian PIMs tertinggi pada Kategori 3 (use with caution) sebesar 11,06%, yang didominasi spironolakton. Uji statistik membuktikan adanya hubungan signifikan antara polifarmasi (≥ 5 jenis obat) dengan kejadian PIMs (p < 0,001).\r\nKesimpulan: Kejadian PIMs pada pasien geriatri kardiovaskular didominasi oleh kategori use with caution, terutama penggunaan spironolakton. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara polifarmasi dengan kejadian PIMs.\r\n\r\nKata Kunci: Beers Criteria, Geriatri, Kardiovaskular, Polifarmasi, Potentially Inappropriate Medications.
Tidak tersedia versi lain