Karya Tulis Ilmiah
Gambaran Penggunaan dan Tingkat Pengetahuan Suplemen pada Pekerja Kantoran di Kota Jakarta Pusat Tahun 2026
Pendahuluan: Suplemen kesehatan digunakan untuk membantu memenuhi\r\nkebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan. Pekerja kantoran berisiko memiliki pola\r\nhidup kurang sehat akibat tuntutan pekerjaan sehingga perlu diketahui gambaran\r\npenggunaan dan tingkat pengetahuan mereka mengenai suplemen kesehatan.\r\nTujuan: Mengetahui gambaran penggunaan dan tingkat pengetahuan suplemen\r\nkesehatan pada pekerja kantoran di Kota Jakarta Pusat.\r\nMetode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei pada 106 pekerja\r\nkantoran yang pernah mengonsumsi suplemen kesehatan. Sampel dipilih\r\nmenggunakan snowball sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang\r\nvalid dan reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,707) dan dianalisis secara univariat.\r\nHasil: Mayoritas responden berusia 26–35 tahun (61,3%), laki-laki (64,2%),\r\nberpendidikan sarjana (50,0%), ASN/TNI/POLRI (64,2%), lama bekerja 1–5 tahun\r\n(48,1%), berpendapatan 6–10 juta/bulan (59,4%), tidak memiliki riwayat penyakit\r\ntertentu, tidak merokok (62,3%), dan beraktivitas fisik 1–2 kali/minggu (44,3%).\r\nSuplemen yang paling banyak digunakan adalah vitamin dan mineral (82%), dengan\r\nsumber informasi utama teman atau keluarga (43,4%). Mayoritas mengonsumsi\r\nsuplemen 1–6 kali/minggu (62,3%) selama 1–3 bulan (44,3%) untuk menjaga daya\r\ntahan tubuh (67,9%). Sebanyak 54,7% responden memiliki tingkat pengetahuan yang\r\nbaik.\r\nKesimpulan: Penggunaan suplemen kesehatan pada pekerja kantoran didominasi\r\nvitamin dan mineral untuk menjaga daya tahan tubuh. Sebagian besar responden\r\nmemiliki tingkat pengetahuan yang baik, namun edukasi mengenai penggunaan\r\nsuplemen yang tepat masih perlu ditingkatkan agar penggunaan lebih rasional dan\r\nsesuai kebutuhan.\r\nKata kunci: suplemen kesehatan, tingkat pengetahuan, penggunaan suplemen,\r\npekerja kantoran.
Tidak tersedia versi lain