Karya Tulis Ilmiah
Hubungan Polifarmasi dan Potensi Interaksi Obat pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan dengan Penyakit Penyerta Diabetes Melitus Tipe 2 di RSIJ Cempaka Putih Tahun 2025
Pendahuluan: Koeksistensi hipertensi dan diabetes melitus menyebabkan pengobatan semakin kompleks untuk mengendalikan tekanan darah serta kadar gula darah. Oleh karena itu, kejadian polifarmasi sulit untuk dihindari dan memicu Drug-Related Problems seperti interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan polifarmasi dan potensi interaksi obat pada pasien hipertensi rawat jalan dengan penyakit penyerta diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2025.\r\nMetode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif secara retrospektif dengan data sekunder, yaitu rekam medis pasien rawat jalan yang menderita hipertensi dan diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2025 dengan teknik total sampling.\r\nHasil: Mayoritas pasien adalah perempuan (64,29%) dan kelompok usia terbanyak adalah kelompok pra lanjut usia (47,96%). Peresepan polifarmasi unggul sebanyak 58,16% dan potensi interaksi obat ditemukan pada 79,59% dari total keseluruhan data peresepan. Mekanisme potensi interaksi obat terbanyak berupa interaksi farmakodinamik (75,78%), sedangkan berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori sedang (moderate) mendominasi sebesar 83,04%. Hasil uji statistik Chi-square menunjukkan adanya hubungan antara polifarmasi dan potensi interaksi obat (p-value < 0,001).\r\nKesimpulan: Adanya hubungan antara polifarmasi dan potensi interaksi obat, di mana semakin banyak obat yang diresepkan akan meningkatkan risiko terjadinya potensi interaksi obat. \r\n\r\nKata Kunci : Diabetes Melitus, Hipertensi, Interaksi Obat, Peresepan, Polifarmasi.
Tidak tersedia versi lain