Karya Tulis Ilmiah
UJI AKTIVITAS SPF (SUN PROTECTION FACTOR) SEDIAAN KRIM KOMBINASI MINYAK BIJI TAMANU (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM L.) DENGAN MINYAK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA L.) SECARA IN VITRO
Pendahuluan: Paparan radiasi ultraviolet dapat menyebabkan berbagai kerusakan kulit sehingga diperlukan sediaan tabir surya yang efektif. Minyak biji tamanu (Calophyllum inophyllum L.) dan minyak biji kelor (Moringa oleifera L.) berpotensi sebagai agen fotoprotektif. Namun, penelitian mengenai pengaruh kombinasi kedua minyak terhadap nilai SPF dalam sediaan krim masih terbatas.\r\nTujuan: Menentukan nilai (Sun Protection Factor (SPF) minyak biji tamanu, minyak biji kelor, dan kombinasinya, serta mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi kombinasi kedua minyak terhadap nilai SPF sediaan krim secara in vitro.\r\nMetode: Penelitian eksperimental dilakukan dengan menguji nilai SPF pada minyak biji tamanu, minyak biji kelor, kombinasi kedua minyak, serta sediaan krim tipe minyak dalam air (M/A) dan krim tipe air dalam minyak (A/M) menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 290–320 nm untuk mengukur kemampuan sampel menyerap radiasi UV-B. Data dianalisis menggunakan uji parametrik sesuai karakteristik data.\r\nHasil: Nilai SPF minyak biji tamanu, minyak biji kelor, dan kombinasi kedua minyak berturut-turut sebesar 38,52 ± 1,01, 3,35 ± 0,56, dan 37,90 ± 2,46. Formula 2 dengan perbandingan minyak 2%:0,5% menghasilkan nilai SPF tertinggi pada kedua tipe krim, yaitu 28,45 ± 3,54 (tipe M/A) dan 33,13 ± 2,82 (tipe A/M), tanpa perberdaan signifikan dibandingkan formula 3 dengan perbandingan minyak 1,25%:1,25% krim tipe M/A dan A/M.\r\nKesimpulan: Minyak biji tamanu menunjukkan aktivitas fotoprotektif yang lebih tinggi dibandingkan minyak biji kelor. Variasi konsentrasi kombinasi kedua minyak memengaruhi nilai SPF sediaan krim secara in vitro pada formula 2.\r\n\r\nKata Kunci: In vitro, krim, minyak biji tamanu, minyak biji kelor, SPF
Tidak tersedia versi lain