Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN PEMILIHAN MAKANAN PADA MAHASISWA YANG MENGGUNAKAN DAN TIDAK MENGGUNAKAN APLIKASI MAKANAN ONLINE (GOFOOD, GRABFOOD, SHOPEEFOOD) DI POLTEKKES JAKARTA II
Perkembangan aplikasi makanan online seperti GoFood, GrabFood, dan Shopeefood memudahkan akses makanan, namun berpotensi memengaruhi pemilihan makanan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemilihan makanan pada mahasiswa yang menggunakan dan tidak menggunakan aplikasi makanan online di Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 65 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai karakteristik responden, penggunaan aplikasi makanan online, pengetahuan gizi, dan pemilihan makanan, kemudian dianalisis secara analisis univariat dan tabulasi silang (bivariat deskriptif) tanpa uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan 81,5% responden menggunakan aplikasi makanan online, dengan frekuensi terbanyak 1–2 kali dalam dua minggu terakhir (67,9%). Sebagian besar memiliki pengetahuan gizi baik (93,8%), tetapi mayoritas masih memilih makanan yang tidak memenuhi prinsip gizi seimbang (76,9%). Pada pengguna aplikasi, 58,5% memilih makanan tidak sehat dan 23,1% memilih makanan sehat, sedangkan seluruh non-pengguna memilih makanan tidak sehat (18,5%). Faktor yang paling memengaruhi pemilihan makanan adalah rasa (52,3%), diikuti harga (33,8%) dan kandungan gizi (13,8%). Kesimpulannya, sebagian besar mahasiswa masih memilih makanan yang tidak memenuhi prinsip gizi seimbang, baik pada pengguna maupun non-pengguna aplikasi makanan online. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi agar mahasiswa lebih bijak memilih makanan dengan mempertimbangkan kandungan gizi selain rasa, harga, dan kemudahan akses.
Tidak tersedia versi lain