Skripsi
STUDI KASUS PENGARUH POSISI PASIEN TERHADAP KUALITAS CITRA PADA FASE DELAY CT UROGRAFI
Latar belakang penelitian ini adalah fase delay CT Urografi yang berperan penting dalam menilai kelainan urotelium melalui distensi dan opasitas sistem pengumpul, ureter, dan kandung kemih. Kualitas citra pada fase ini dipengaruhi oleh posisi tubuh pasien (supine atau prone), namun hingga kini belum ada konsensus mengenai posisi paling optimal..\r\nTujuan Penelitian untuk menganalisis pengaruh posisi pasien terhadap kualitas citra pada fase delay CT Urografi dalam evaluasi saluran kemih.\r\nDesain penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pusat Pertamina pada Mei–Juni 2026 dengan 4 kasus CT Urografi fase delay yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan dokter radiologi dan radiografer, serta dokumentasi citra dari sistem PACS, dianalisis secara deskriptif.\r\nHasil penelitian menunjukkan posisi supine menghasilkan visualisasi ginjal, ureter, dan kandung kemih yang cukup baik. Posisi prone menunjukkan opasitas sistem pelviokaliks, ureter distal, dan UVJ lebih baik akibat pengaruh gravitasi, namun berisiko meningkatkan artefak gerak dan dosis radiasi akibat kebutuhan topogram ulang.\r\nKesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kedua posisi sama-sama mampu menghasilkan citra yang layak secara diagnostik tanpa perbedaan kualitas citra yang signifikan. Posisi supine ditetapkan sebagai posisi standar pada fase delay CT Urografi, sedangkan posisi prone direkomendasikan sebagai pelengkap dengan tetap memperhatikan prinsip proteksi radiasi ALARA.
Tidak tersedia versi lain