Skripsi
ANALISIS MULTIDISIPLIN RADIOTERAPIS DAN FISIKAWAN MEDIS DALAM PENATALAKSANAAN RADIOTERAPI KARSINOMA NASOFARING DENGAN TEKNIK INTENSITY-MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT) DI DEPARTEMEN ONKOLOGI RADIASI RSUD PASAR MINGGU
Karsinoma nasofaring merupakan jenis kanker yang ada pada kepala dan leher dengan angka kejadian yang tinggi di Indonesia. Penggunaan teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) sebagai teknik standar yang digunakan karena mampu memberikan dosis optimal pada target tumor dengan tetap meminimalkan paparan radiasi pada organ berisiko di sekitarnya. Keberhasilan pelaksanaan IMRT tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kolaborasi multidisiplin antara radioterapis dan fisikawan medis dalam setiap tahapan pelayanan radioterapi. Tujuan penelitian ini menganalisis peran dan koordinasi multidisiplin antara radioterapis dan fisikawan medis dalam penatalaksanaan radioterapi karsinoma nasofaring dengan teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT).\r\nJenis penelitian ini menggunakan jenis kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan pada 5 pasien KNF dan 5 radioterapis dan 1 fisikawan medis yang terlibat dengan menggunakan data primer pada bulan Maret – Mei 2026 di Departemen Onkologi Radiasi RSUD Pasar Minggu. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan teknik IMRT pada kasus KNF mulai dari simulasi, perencanaan, verifikasi OBI, hingga penyinaran dapat dilakukan dengan baik dan sesuai standar. Kolaborasi multidisiplin keduanya mendukung akurasi penyinaran, keselamatan pasien, dan kelancaran radioterapi. Seluruh pasien memperoleh angka pergeseran >0,3 mm sesuai ICRU dan verifikasi dosimetri PSQA sesuai dengan AAPM TG-218 yang dimana radioterapis dan fisikawan medis menjalin multidisiplin dengan baik sesuai kompetensi yang dimiliki. \r\nKesimpulan pada peneltian ini kolaborasi antara radioterapis dan fisikawan medis berperan penting dalam keberhasilan radioterapi karsinoma nasofaring dengan teknik IMRT. Meskipun terdapat berbagai kendala, koordinasi yang baik mampu menjaga akurasi penyinaran, keselamatan pasien, dan kelancaran pelaksanaan radioterapi.
Tidak tersedia versi lain