Skripsi
ANALISIS ABNORMALITAS PADA PENYAKIT ARTERI PERIFER EKSTREMITAS BAWAH MENGGUNAKAN CT ANGIOGRAFI RUNOFF METODE SPLIT BOLUS
Latar Belakang Penelitian Penyakit arteri perifer ekstremitas bawah merupakan gangguan aliran darah pada arteri tungkai yang umumnya disebabkan oleh aterosklerosis. Kondisi ini dapat menimbulkan abnormalitas arteri seperti stenosis, oklusi, kalsifikasi, trombus, dan aneurisma. Pemeriksaan CT Angiografi Runoff digunakan untuk mengevaluasi pembuluh darah dari aorta abdominalis hingga arteri distal kaki. Metode split bolus membantu mempertahankan opasifikasi kontras sehingga visualisasi arteri lebih optimal.\r\nTujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik pemeriksaan CT Angiografi Runoff menggunakan metode split bolus. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi tahapan pemberian media kontras dengan metode split bolus. Selain itu, penelitian ini menganalisis hasil citra pemeriksaan CT Angiografi Runoff. Fokus penelitian diarahkan pada jenis abnormalitas dan distribusi lesi arteri ekstremitas bawah pada pasien penyakit arteri perifer.\r\nDesain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Penelitian dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Kabupaten Tangerang pada bulan Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien yang menjalani pemeriksaan CT Angiografi Runoff metode split bolus. Data diperoleh melalui observasi, rekam medis, dokumentasi citra, dan hasil ekspertise dokter radiologi, kemudian dianalisis secara deskriptif\r\nHasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan CT Angiografi Runoff metode split bolus dilakukan dengan persiapan pasien, pemberian media kontras dua tahap, saline flush, scanning post-kontras, serta rekonstruksi citra axial, MIP, dan VRT. Dari total 83 temuan abnormalitas arteri, ditemukan kalsifikasi 32 temuan (38,6%), stenosis 27 temuan (32,5%), oklusi 13 temuan (15,7%), trombus 10 temuan (12,0%), dan aneurisma 1 temuan (1,2%). Segmentasi terbanyak terdapat pada arteri femoralis, diikuti arteri poplitea, iliaka, pedis, dan aorta abdominalis. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara segmentasi arteri dengan jenis abnormalitas arteri dengan nilai p = 0,084.
Tidak tersedia versi lain