Skripsi
ANALISIS VARIASI NILAI TIME INVERSION TERHADAP PERBEDAAN KUALITAS CITRA ANATOMI MRI CERVICAL POTONGAN SAGITAL MENGGUNAKAN SEQUENCE STIR
Latar Belakang: Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) cervical dengan sequence Short Tau Inversion Recovery (STIR) sering digunakan untuk menekan sinyal lemak sehingga anatomi dapat divisualisasikan dengan jelas. Salah satu parameter penting dalam sequence ini adalah Time Inversion (TI). Penggunaan nilai TI yang tepat akan menghasilkan penekanan lemak yang optimal. Pada mesin MRI 3 Tesla, rentang nilai TI untuk menghilangkan sinyal lemak berada pada 205-225 ms, namun variasi nilai TI yang optimal perlu dievaluasi lebih lanjut terhadap kualitas citra anatomi.\r\nTujuan: Menganalisis perbedaan kualitas citra anatomi pada variasi nilai Time Inversion (TI) 210 ms, 220 ms, dan 230 ms menggunakan sequence STIR pada pemeriksaan MRI cervical potongan sagital, serta menentukan nilai TI yang paling optimal.\r\nMetode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik dengan pendekatan eksperimental yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Koja. Sebanyak 10 sampel pasien yang menjalani pemeriksaan MRI cervical menggunakan pesawat MRI 3 Tesla dievaluasi. Variasi nilai TI yang digunakan adalah 210 ms, 220 ms, dan 230 ms. Kualitas citra anatomi (medulla spinalis, discus intervertebralis, cerebro spinal fluid, dan corpus cervical) dinilai secara visual oleh 3 dokter spesialis radiologi menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara statistik dengan uji Friedman dan Repeated Measures.\r\nHasil: Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap kualitas citra anatomi secara keseluruhan pada variasi TI 210 ms, 220 ms, dan 230 ms (p > 0.05). Namun, berdasarkan nilai rata-rata (mean rank), variasi nilai TI 220 ms menghasilkan nilai tertinggi (3.59) dibandingkan dengan TI 210 ms (3.47) dan TI 230 ms (3.50). Secara visual, TI 220 ms memberikan batas anatomi yang lebih tegas dan jelas serta kontras yang lebih baik pada struktur seperti medulla spinalis dan discus intervertebralis.\r\nKesimpulan: Meskipun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar variasi, penggunaan nilai Time Inversion (TI) 220 ms pada sequence STIR MRI cervical potongan sagital (3 Tesla) dinilai paling optimal oleh responden. Pengaturan nilai ini direkomendasikan karena terbukti menghasilkan kualitas citra anatomi yang paling informatif dan tegas.\r\nKata Kunci : MRI, Cervical, STIR, Time Inversion (TI), Kualitas Citra
Tidak tersedia versi lain