Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN POLA KONSUMSI GULA, GARAM DAN LEMAK (GGL) PADA MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES JAKARTA II
Pola konsumsi remaja dan dewasa muda saat ini cenderung mengarah pada meningkatnya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak (GGL), yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan gizi serta pola konsumsi GGL pada mahasiswa non-gizi Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif. Sampel berjumlah 96 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik responden, 30 soal pengetahuan GGL, Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ FFQ), dan Food Recall 24 Jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan gizi kategori baik dengan nilai rata rata 24,49 dari 30 soal. Pemahaman tertinggi terdapat pada aspek dampak kesehatan konsumsi GGL berlebih (85,6%), sedangkan aspek batas konsumsi harian memiliki persentase jawaban benar paling rendah (73,3%). Berdasarkan FFQ, sebagian besar responden memiliki konsumsi gula kategori lebih (62,5%), konsumsi garam kategori kurang (51,04%), dan konsumsi lemak kategori cukup (72,92%). Hasil Food Recall menunjukkan sebagian besar responden memiliki asupan gula (82%), garam (76%), dan lemak (92%) yang sesuai. Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan gizi dengan pola konsumsi GGL (p = 0,098). Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan gizi yang baik belum tentu diikuti oleh pola konsumsi GGL yang sesuai. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi yang lebih aplikatif serta dukungan kampus untuk mendorong mahasiswa memilih makanan dan minuman yang lebih sehat. Kata kunci: Pengetahuan gizi, pola konsumsi, gula, garam, lemak (GGL), mahasiswa non-gizi. Daftar bacaan : 25 (2021 – 2026)
Tidak tersedia versi lain