Karya Tulis Ilmiah
ANALISIS HASIL CITRA RADIOGRAFI CERVICAL PROYEKSI AP AXIAL DENGAN VARIASI PENYUDUTAN 15° DAN 20° CRANIALLY
Penelitian yang telah dilakukan mengacu pada pemeriksaan radiografi cervical \r\nproyeksi AP Axial yang merupakan pemeriksaan penting untuk mengevaluasi celah \r\nsendi (intervertebral disc space) C3–C7 dan mendeteksi kelainan struktur tulang \r\nleher. Namun, terdapat variasi dalam penggunaan derajat penyudutan arah sinar \r\n(central ray) ke arah kepala (cranially), antara sudut standar 15° dan 20°. Penelitian \r\nini dilakukan untuk menganalisis hasil citra radiografi cervical proyeksi AP Axial \r\ndengan variasi penyudutan 15° dan 20° cranially dalam menampilkan informasi \r\nanatomi yang optimal serta meminimalkan distorsi geometris. Metode yang \r\ndigunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif eksperimen dengan melakukan \r\npaparan langsung pada objek phantom anthropomorphic di Laboratorium Radiologi \r\nPoltekkes Kemenkes Jakarta II. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dinilai \r\noleh 15 responden radiografer dengan masa kerja minimal 5 tahun, lalu dianalisis \r\nmenggunakan statistik rata-rata berimbang (mean) dan standar deviasi. \r\nDari penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan dilakukan menggunakan \r\npesawat sinar-X konvensional, objek phantom, alat fiksasi berupa bantalan, serta \r\nmodalitas Computed Radiography (CR) dengan kaset ukuran 24 x 30 cm. Faktor \r\neksposi yang digunakan diatur pada 75 kVp dan 10 mAs dengan jarak FFD 100 cm. \r\nHasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan sudut 20° cranially mendapatkan \r\nnilai rata-rata tertinggi, yaitu 3,4 untuk informasi anatomi dan 3,6 untuk visualisasi \r\nkorpus (kategori Sangat Baik). Dapat disimpulkan pada penelitian ini adalah \r\npenyudutan 20° cranially memberikan kualitas citra yang paling optimal dan \r\nkonsisten untuk kepentingan diagnosis klinis. Sudut 20° mampu menampilkan \r\ncelah sendi (intervertebral disc space) secara terbuka luas dan efektif \r\nmembebaskan area cervical atas dari superposisi mandibula (rahang), meskipun \r\nmenghasilkan tingkat elongasi (pemanjangan gambar) yang lebih tinggi \r\ndibandingkan sudut 15°.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain