Skripsi
HUBUNGAN JUMLAH SEL DARAH PUTIH TERHADAP PEMBESARAN UKURAN LIMPA DENGAN MODALITAS ULTRASONOGRAFI
Limpa (spleen) merupakan organ sistem retikuloendotelial yang berperan penting dalam filtrasi darah dan regulasi respons imun. Pembesaran limpa (splenomegali) memiliki korelasi patofisiologis yang erat dengan fluktuasi jumlah sel darah putih (leukosit) di dalam sirkulasi perifer tubuh. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) abdomen merupakan modalitas non-invasif yang objektif untuk mengevaluasi dimensi organ tersebut secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara jumlah sel darah putih terhadap pembesaran ukuran limpa menggunakan modalitas ultrasonografi.\r\nDesain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif, yang dilaksanakan mulai Januari 2024 hingga Mei 2026 di Instalasi Radiologi RSKD Duren Sawit. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang menjalani pemeriksaan USG abdomen, dengan pengambilan sampel sebanyak 70 pasien terdiagnosis splenomegali melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi hasil pengukuran dimensi limpa dari pesawat USG dan rekam medis pemeriksaan laboratorium darah rutin (Complete Blood Count). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman.\r\nHasil penelitian menunjukkan rata-rata ukuran panjang limpa sebesar 15,49 cm dan rata-rata jumlah leukosit sebesar 7.742,99 sel/mm³. Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai signifikansi p = 0,012 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,300. Hasil ini mengonfirmasi bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif antara ukuran limpa dan jumlah leukosit, di mana peningkatan panjang limpa cenderung diikuti oleh penurunan jumlah leukosit (leukopenia). Namun, kekuatan hubungan tersebut tergolong lemah, yang mengindikasikan bahwa splenomegali bukan satu-satunya faktor dominan yang memengaruhi fluktuasi jumlah sel darah putih pada pasien.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain