Skripsi
EVALUASI DISTRIBUSI DOSIS ORGAN AT RISK (OAR) PADA KASUS KANKER PAYUDARA DEXTRA POST MASTEKTOMI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK INTENSITY MODULATED RADIATION THERAPY (IMRT) DI INSTALASI RADIOTERAPI RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA
Radioterapi merupakan salah satu modalitas pengobatan kanker yang memanfaatkan radiasi pengion untuk menghancurkan sel kanker dengan tetap meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitarnya. Pada kasus kanker payudara dextra post mastectomy, teknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) digunakan karena mampu menghasilkan distribusi dosis yang lebih konformal sehingga dosis pada Organ at Risk (OAR) dapat dipertahankan dalam batas toleransi.\r\nPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penatalaksanaan radioterapi pada kasus kanker payudara dextra post mastectomy menggunakan teknik IMRT serta mengevaluasi distribusi dosis Organ at Risk berdasarkan pedoman Radiation Therapy Oncology Group (RTOG) dan Quantitative Analyses of Normal Tissue Effects in the Clinic (QUANTEC).\r\nPenelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Pusat Pertamina. Penelitian menggunakan data sekunder berupa hasil Treatment Planning System (TPS) dari 30 pasien kanker payudara dextra post mastectomy yang dianalisis menggunakan Dose Volume Histogram (DVH). Instrumen penelitian yang digunakan meliputi lembar observasi, pedoman wawancara, serta dokumentasi data TPS.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan radioterapi telah sesuai dengan prosedur yang berlaku, meliputi registrasi, konsultasi dengan dokter onkologi radiasi, CT-Simulator, perencanaan TPS, verifikasi posisi pasien, dan penyinaran menggunakan LINAC. Hasil evaluasi distribusi dosis menunjukkan bahwa seluruh parameter OAR yang meliputi paru ipsilateral, paru kontralateral, jantung, esofagus, dan spinal cord berada di bawah batas toleransi yang direkomendasikan oleh RTOG dan QUANTEC.\r\nKesimpulan dari penelitian ini adalah teknik IMRT pada kasus kanker payudara dextra post mastectomy mampu memberikan distribusi dosis yang optimal pada target penyinaran sekaligus mempertahankan dosis pada organ sehat di sekitar target tetap berada dalam batas toleransi yang direkomendasikan, sehingga berpotensi mengurangi risiko efek samping akibat radiasi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain