Karya Tulis Ilmiah
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Baduta, Pola MP-ASI dan Status Gizi Baduta 6 - 24 bulan di Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor
Status gizi baduta merupakan indikator penting pertumbuhan dan perkembangan anak pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tingkat pengetahuan ibu dan pola pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) merupakan faktor yang dapat memengaruhi status gizi baduta. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu, pola pemberian MP-ASI, serta hubungannya dengan status gizi baduta di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan 276 ibu baduta yang dipilih melalui cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner pengetahuan gizi, formulir food recall 2×24 jam, dan pengukuran antropometri. Status gizi dinilai berdasarkan indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U), Berat Badan menurut Umur (BB/U), dan Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu berusia 26–35 tahun (58%), berpendidikan SMP–SMA (70%), berpendapatan di bawah UMK (63%), dan berstatus sebagai ibu rumah tangga (76%). Tingkat pengetahuan ibu sebagian besar berada pada kategori cukup (49%), sedangkan pola MP-ASI mayoritas termasuk kategori cukup (39%). Status gizi baduta berdasarkan indeks PB/U sebagian besar normal (79%), BB/U normal (84%), dan BB/PB gizi baik (80%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan status gizi PB/U, BB/U, maupun BB/PB. Selain itu, tidak terdapat hubungan antara pola MP-ASI dengan status gizi maupun tingkat pengetahuan ibu. Meskipun demikian, edukasi gizi mengenai pemberian MP-ASI yang tepat tetap perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan masalah gizi sejak dini.
Tidak tersedia versi lain