Skripsi
ANALISIS PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DAN LEUKOSIT TERHADAP EFEK RADIOTERAPI PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING DENGAN TEKNIK VOLUMETRIC MODULATED ARC THERAPY (VMAT)
INTISARI\r\nPRODI SARJANA TERAPAN TEKNOLOGI RADIOLOGI PENCITRAAN\r\nJURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI POLTEKKES JAKARTA II\r\nSKRIPSI, 2026\r\nDAMAR FAUZAN RAYYIS\r\nANALISIS PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DAN LEUKOSIT TERHADAP EFEK RADIOTERAPI PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING DENGAN TEKNIK VOLUMETRIC MODULATED ARC THERAPY (VMAT)\r\nV Bab + 47 Halaman + 3 Gambar + 9 Tabel + 11 Lampiran**\r\n\r\nLatar Belakang: Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan salah satu keganasan kepala dan leher dengan angka kejadian tinggi di Indonesia, dan radioterapi termasuk teknik modern volumetric modulated arc therapy (VMAT) menjadi modalitas utama penatalaksanaannya karena sensitivitas tumor yang tinggi terhadap radiasi. Meskipun VMAT menawarkan distribusi dosis yang lebih konformal, paparan radiasi tetap berpotensi menimbulkan efek samping sistemik pada sistem hematopoietik, sehingga dapat menurunkan kadar hemoglobin dan leukosit pasien selama terapi berlangsung.\r\nTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar hemoglobin dan leukosit terhadap efek radioterapi pada pasien karsinoma nasofaring dengan teknik VMAT, meliputi nilai sebelum radioterapi, pada fraksi ke-5, 10, 15, 20, dan 25, serta perbedaan di antara titik pengukuran tersebut.\r\nMetode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan repeated measurement. Data berupa hasil laboratorium sekunder dari 15 pasien karsinoma nasofaring yang menjalani 33 fraksi radioterapi teknik VMAT di Instalasi Radioterapi RS Pusat Pertamina, dengan pengukuran kadar hemoglobin dan leukosit sebelum terapi serta pada fraksi ke-5, 10, 15, 20, dan 25. Analisis data menggunakan uji Friedman Test, dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test dengan koreksi Bonferroni apabila ditemukan perbedaan signifikan.\r\nHasil: Rata-rata kadar hemoglobin sebelum radioterapi sebesar 12,34±1,55 g/dL dan menurun menjadi 11,40±1,11 g/dL pada fraksi ke-25, namun uji Friedman menunjukkan perbedaan ini tidak signifikan (p=0,148). Rata-rata kadar leukosit sebelum radioterapi sebesar 5,51±3,38 sel/µL dengan pola fluktuatif dan cenderung menurun hingga titik terendah 4,39±1,86 sel/µL pada fraksi ke-20, dan uji Friedman menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,004). Namun, uji lanjut Wilcoxon dengan koreksi Bonferroni tidak menemukan perbedaan signifikan pada masing-masing pasangan fraksi (p>0,01), menunjukkan bahwa perubahan leukosit terjadi secara bertahap. Dengan demikian, radioterapi VMAT memberikan pengaruh signifikan terhadap perubahan kadar leukosit, tetapi tidak terhadap kadar hemoglobin.\r\n\r\nKata Kunci: Karsinoma nasofaring, radioterapi, VMAT, hemoglobin, leukosit.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain