Karya Tulis Ilmiah
Evaluasi Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Berbahan Pangan Lokal Terhadap Perbaikan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Jagakarsa
PROGRAM STUDI DIPLOMA III GIZI JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES JAKARTA II TUGAS AKHIR, TAHUN 2026 FILDZAH AKILA EVALUASI EFEKTIFITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PEMULIAHN (PMT-P) BERBAHAN PANGAN LOKAL TERHADAP PERBAIKAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN JAGAKARSA V BAB, 77 HALAMAN, 13 TABEL, 9 LAMPIRAN, 4 GAMBAR Permasalahan gizi pada balita merupakan isu kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas sumber daya manusia. Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) berbahan pangan lokal merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi balita. Program ini dirancang untuk meningkatkan status gizi balita melalui pemanfaatan bahan pangan lokal yang bergizi dan mudah diperoleh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program PMT-P berbahan pangan lokal terhadap perbaikan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan kohort retrospektif. Data diperoleh dari daftar peserta PMT Pemulihan dan rekam medis balita di Puskesmas Kecamatan Jagakarsa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 35 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (62,9%) dan berusia 12 – 24 bulan (68,6%). Kepatuhan terhadap program tergolong baik, yaitu 88,6%. Secara deskriptif, terdapat perbaikan status gizi setelah mengikuti program, ditandai dengan meningkatnya proporsi balita bergizi normal dari 94,3% menjadi 97,1% (indikator BB/U), dan tidak ditemukannya lagi balita dengan gizi buruk berdasarkan indikator BB/TB atau BB/PB (turun dari 2,9% menjadi 0%). Sebanyak 77,2% balita menunjukkan perbaikan berat badan (weight faltering). Namun, hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada indikator BB/U (p=0,04), maupun BB/TB atau BB/PB (p=0,98).Kesimpulannya, Program PMT Pemulihan berbahan pangan lokal menunjukkan kecenderungan memperbaiki status gizi balita secara deskriptif, dengan tingkat kepatuhan yang tinggi dan respons positif pada mayoritas balita. Namun, efektivitas program belum terbukti secara statistik selama periode penelitian. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya perpanjangan durasi penelitian, peningkatan jumlah sampel, dan penambahan variabel yang dapat mempengaruhi status gizi balita untuk evaluasi program yang lebih komprehensif. Kata kunci: PMT Pemulihan, pangan lokal, status gizi, balita, efektivitas program, kepatuhan. Daftar bacaan : 22 bacaan
Tidak tersedia versi lain