Skripsi
ANALISIS PERBEDAAN VARIASI TIME INVERSION DENGAN SEQUENCE STIR TERHADAP POTONGAN SAGITTAL PADA KUALITAS CITRA ANATOMI MRI LUMBAL
Latar belakang: Pengaturan nilai Time inversion (TI) pada sequence Short Tau Inversion Recovery (STIR) berperan penting dalam menentukan kualitas citra anatomi MRI lumbal melalui penekanan sinyal lemak dan peningkatan kontras jaringan. Meskipun rentang TI yang direkomendasikan pada MRI 3 Tesla adalah 205–225 ms, pemeriksaan MRI lumbal di RSUD Koja masih menggunakan satu nilai TI sesuai protokol yang ditetapkan Instalasi Radiologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi TI 210 ms, 220 ms, dan 230 ms terhadap kualitas citra anatomi MRI lumbal potongan sagital untuk memperoleh nilai TI yang optimal.\r\nMetode penelitian: ini adalah kuantitatif analitik yang dilakukan pada bulan mei 2026 di RSUD KOJA. Populasi yang digunakan adalah semua pasien MRI lumbal di Instalasi radiologi RSUD KOJA dengan jumlah sebanyak 10 pasien. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan penyebaran kuesioner terhadap responden yaitu 3 dokter spesialis radiologi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara uji statistic friedman.\r\nHasil penelitian: Data Uji Friedman yang diperoleh dari variasi Time inversion (TI) 210 ms, 220 ms dan 230 ms terhadap kualitas citra anatomi pada sequence Short Tau Inversion Recovery (STIR) MRI lumbal, terlihat bahwa TI 220 ms menghasilkan skor rata rata pada medulla spinalis sebesar 2.25, corpus vertebrae lumbal sebesar 2.30 dan discus intervertertebralis sebesar 2.10. Skor rata rata ini tertinggi dibanding penggunaan TI 210 ms dan TI 230 ms. Para responden menilai TI 220 ms sangat baik dalam memperlihatkan anatomi.\r\nKesimpulan: TI yang optimal untuk menampilkan kualitas citra anatomi pada MRI lumbal yaitu pada TI 220 ms.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain