Skripsi
ANALISIS PERBEDAAN KUALITAS VISUALISASI ANATOMI TIROID DAN TINGKAT KENYAMANAN PASIEN PADA VARIASI POSISI LEHER DALAM PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI TIROID
Latar belakang penelitian ini adalah posisi hiper-ekstensi leher merupakan posisi yang umum digunakan pada pemeriksaan ultrasonografi tiroid untuk meningkatkan akses dan visualisasi kelenjar tiroid. Namun, posisi tersebut tidak selalu nyaman bagi pasien dan belum diketahui apakah memberikan kualitas visualisasi yang lebih baik dibandingkan posisi supine netral.\r\nTujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kualitas visualisasi anatomi tiroid dan tingkat kenyamanan pasien pada posisi leher hiper-ekstensi dan supine netral dalam pemeriksaan ultrasonografi tiroid.\r\nDesain penelitian yang digunakan merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain komparatif berpasangan dan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ultrasonografi Poltekkes Kemenkes Jakarta II pada Mei–Juni 2026 terhadap 20 subjek menggunakan teknik purposive random sampling. Setiap subjek menjalani pemeriksaan pada kedua posisi leher, kemudian kualitas visualisasi anatomi dinilai oleh tiga penilai berdasarkan kejelasan anatomi, kelengkapan visualisasi, dan artefak citra. Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample t-Test dan Wilcoxon Signed Rank Test.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kualitas visualisasi anatomi tiroid yang signifikan antara posisi hiper-ekstensi dan posisi supine netral. Sebaliknya, terdapat perbedaan tingkat kenyamanan pasien, dengan posisi supine netral memberikan kenyamanan yang lebih baik dibandingkan posisi hiper-ekstensi.\r\nKesimpulan penelitian menunjukkan bahwa posisi supine netral menghasilkan kualitas visualisasi anatomi tiroid yang setara dengan posisi hiper-ekstensi, namun memberikan tingkat kenyamanan pasien yang lebih baik sehingga berpotensi menjadi alternatif positioning pada pemeriksaan ultrasonografi tiroid.
Tidak tersedia versi lain