Skripsi
ANALISIS PERBANDINGAN DISTRIBUSI DOSIS ORGAN AT RISK (OAR) PADA KASUS KANKER PARU PEDIATRIK ANTARA TEKNIK IMRT DAN 3DCRT
Latar belakang penelitian ini adalah kanker paru pediatrik yang jarang ditemukan \r\nserta tubuh anak yang lebih sensitif terhadap paparan radiasi. Maka pemilihan \r\nteknik radioterapi yang tepat diperlukan untuk meminimalkan dosis pada Organ at \r\nRisk (OAR). \r\nTujuan penelitian untuk menganalisis perbandingan distribusi dosis OAR antara \r\nteknik Intensity Modulated Radiation Therapy (IMRT) dan Three-Dimensional \r\nConformal Radiation Therapy (3D-CRT) pada kasus kanker paru pediatrik. \r\nDesain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan \r\ndata sekunder yang diperoleh dari Treatment Planning System (TPS) di Instalasi \r\nRadioterapi Rumah Sakit Persahabatan. Sampel penelitian terdiri atas 10 data \r\npasien kanker paru pediatrik. Analisis dosis didasarkan pada parameter kurva Dose \r\nVolume Histogram (DVH). Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro\r\nWilk dan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. \r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata dosis pada spinal cord \r\nmenggunakan teknik 3D-CRT sebesar 26,47 Gy dan IMRT sebesar 18,16 Gy, \r\nsedangkan rata-rata dosis pada esofagus menggunakan teknik 3D-CRT sebesar \r\n14,17 Gy dan IMRT sebesar 13,57 Gy. Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat \r\nperbedaan yang signifikan antara kedua teknik pada spinal cord (p = 0,005) dan \r\nesofagus (p = 0,017). Meskipun demikian, dosis OAR pada kedua teknik masih \r\nberada di bawah batas toleransi menurut protokol RTOG 1308. \r\nKesimpulan penelitian menunjukkan bahwa teknik IMRT memberikan distribusi \r\ndosis OAR yang lebih rendah dibandingkan teknik 3D-CRT, sehingga lebih optimal \r\ndalam melindungi jaringan sehat.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain