Skripsi
HUBUNGAN DERAJAT STEATOSIS HEPATIS BERDASARKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI DENGAN NILAI SGOT DAN SGPT PADA PASIEN OBESITAS
Latar Belakang Obesitas merupakan faktor risiko utama bagi penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD), yang dapat menyebabkan steatosis hepatis. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) menjadi metode utama untuk mendiagnosis kondisi ini. \r\nPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara derajat steatosis hepatis berdasarkan pemeriksaan USG dengan nilai SGOT dan SGPT pada pasien obesitas.\r\nDesain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 40 pasien obesitas yang menjalani pemeriksaan USG abdomen di RSUD X. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Spearman.\r\nHasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien mengalami steatosis hepatis pada derajat ringan hingga sedang, dan terdapat hubungan signifikan antara SGOT, SGPT, dan derajat steatosis hepatis. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa SGOT dan SGPT memiliki korelasi positif yang signifikan dengan derajat steatosis hepatis (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa SGOT dan SGPT dapat digunakan sebagai indikator untuk menilai keparahan steatosis hepatis pada pasien obesitas.\r\n\r\nKata Kunci : Steatosis hepatis, USG, SGOT, SGPT, Obesitas
Tidak tersedia versi lain