Karya Tulis Ilmiah
Gambaran Tingkat Pendidikan Ibu, Tingkat Pendapatan Orang Tua dan Status Gizi Baduta (PB/U) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Tahun 2025
Stunting merupakan masalah gizi kronis berupa kegagalan pertumbuhan yang dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pendidikan, tingkat pendapatan orang tua, dan status gizi (PB/U) baduta (bawah dua tahun) di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada 262 baduta usia 6-23 bulan di 8 desa wilayah Kecamatan Kemang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik cluster random sampling. Data karakteristik keluarga dikumpulkan melalui metode wawancara dengan kuesioner, sedangkan data status gizi diperoleh dari pengukuran antropometri menggunakan infantometer atau stadiometer berdasarkan indeks panjang badan menurut umur (PB/U). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Mayoritas orang tua memiliki pendidikan terakhir tamat SMA (46,9%) dan tingkat pendapatan per kapita < Rp900.000 (50,8%). Status gizi baduta menunjukkan 82,1% berada pada kategori normal dan 17,9% mengalami stunting. Berdasarkan pendidikan, prevalensi stunting tertinggi ironisnya terdapat pada kelompok orang tua berpendidikan tinggi (22,3%), sedangkan terendah pada pendidikan dasar (13,8%). Berdasarkan pendapatan, angka stunting tertinggi ditemukan pada kelompok pendapatan per kapita ≥ Rp900.000 (19,5%), dan terendah pada kelompok < Rp900.000 (16,3%). Prevalensi stunting baduta di Kecamatan Kemang adalah 17,9%. Tingginya tingkat pendidikan dan pendapatan orang tua tidak selalu berbanding lurus dengan status gizi anak yang baik, yang diduga kuat dipengaruhi oleh kurangnya waktu pengasuhan langsung karena kesibukan bekerja. Disarankan bagi orang tua untuk lebih mengawasi pola asuh gizi dan keragaman MP-ASI meskipun pengasuhan anak didelegasikan kepada pihak lain.
Tidak tersedia versi lain