Karya Tulis Ilmiah
PENETAPAN KADAR NATRIUM NITRIT (NaNO2) DALAM SEDIAAN DAGING OLAHAN (KORNET) SECARA SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-CAHAYA TAMPAK
Pangan adalah makanan atau minuman yang sering dikonsumsi Makanan seperti sosis, bakso, mie, dan jajanan lainnya yang mengandung protein dan kadar air menyebebkan pangan tidak bertahan lama. Hal itu membuat banyak produsen menggunakan pengawet salah satu nya pengawet natrium nitrit sebagai bahan tambahan pangan untuk mengawetkan makanan salah satunya kornet. Kornet adalah salah satu jenis makanan cepat saji yang digemari oleh masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas daging olahan. Kornet sering kali ditambahkan bahan pengawet tambahan salah satunya natrium nirtit agar masa simpannya lebih lama dan awet. Tujuan Pengujian ini untuk mengidentifikasi dan mengetahui berapa kadar natrium nitrit dalam sediaan daging olahan (kornet), apakah memenuhi syarat dengan batas yang sudah ditentukan. Metode yang digunakan adalah uji kualitatif (reaksi warna) dan uji kunatitatif menggunakan metode Spektrofotometri Ultraviolet-Cahahya Tampak (UV-Vis) pada panjang gelombang 520 nm setelah sampel ditambahkan pereaksi griess. Pengujian dilakukan di laboratorium F 2.5 Jurusan Analisis Farmasi dan Makanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II, Jalan Raya Ragunan No. 29 C Jakarta. Berdasarkan pengujian kualitatif yang dilanjutkan dengan metode kuantitatif, diperoleh hasil positif mengandung natrium nitrit dengan kadar rata-rata sampel kornet sebesar 68,2575 mg/kg. Kadar natrium nitrit dalam kornet tidak memenuhi syarat sesuai dengan persyaratan yang ada di Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang bahan tambahan pangan, penggunaan natrium nitrit pada produk daging olahan yaitu sebesar 30 mg/kg.
Tidak tersedia versi lain